Sunday, March 1, 2015

Eco-wisata - Wisata Ciliwung sambil belajar sejarah Jakarta

Hari ini saya berkesempatan untuk ikut menyusuri sungai Ciliwung. Kegiatan ini diprakarsai oleh Wisata Ciliwung bekerjasama dengan Ciliwung Institute dan KPC (Kelompok Peduli Ciliwung) Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Minggu, 1 Maret ini adalah soft-launch Wisata CIliwung yang nantinya akan diadakan rutin. Menurut Sudirman Asun, dari Ciliwung Institute, wisata ciliwung adalah sebuah cara untuk melestarikan Ciliwung. Diharapkan, dengan ramainya kegiatan di Ciliwung, warga sekitar bantaran kali akan segan mengotorinya.

Jakarta menurut Asun, memiliki 13 sungai, dimana Ciliwung adalah sungai terbesarnya. Sepantasnya, anak-anak kita sekarang mengenal Ciliwung lebih dekat lagi. Ciliwung saat ini hanya dikenal karena kekumuhan dan sumber sampah. Padahal Ciliwung adalah sungai purba yang sudah terkenal sebagai jalan kedatangan tamu-tamu kerajaan jaman dahulu kala.

'Untuk menyelamatkan Ciliwung, kita harus mengupdate potensi sekitar Ciliwung. Pemberdayaan masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai sangat penting agar mereka juga merasa bahwa sungai ini penting dan bukan tempat sampah raksasa. Kita mau anak cucu kita tahu akar budayanya itu bermula dari Ciliwung', kata Bang Kodir, penggiat Ciliwung dan ketua KPC Munggang.

Pak Lurah Cililitan pun membuka kegiatan Wisata Ciliwung hari ini. Menurutnya, saat ini membersihkan CIliwung merupakan salah satu fokus pemerintah, dimana komunitas yang peduli dengan Ciliwung harus dibina dan dirangkul agar dapat bekerja berdampingan.

Pak Lurah Cililitan membuka kegiatan Wisata Ciliwung
Menurut Pak Lurah, saat ini TNI juga rutin turun ke Ciliwung. Membuat penyekat dan menjaring sampah di anak sungai agar sampah tidak masuk ke Ciliwung.

Selain itu, pemerintah saat ini juga sedang giat mengembalikan hak-hak yang hilang. Wilayah pejalan kaki dikembalikan fungsinya untuk pejalan kaki, wilayah jalur air dikembalikan ke fungsinya sebagai jalur air. Hingga rumah dan bangunan yang berdiri di jalan air satu persatu mulai dibongkar untuk menghindari banjir. Penertiban pun sudah mulai di Jakarta Selatan. Warga yang tertangkap buang sampah akan didenda minimum Rp. 500.000 atau penjara. Jakarta Timur pun akan diberlakukan perlahan. Yang penting adalah penegakan hukum yang tegas dan efek jera yang ditimbulkan.

Memang mengatasi masalah sampah sangat sulit, karena setiap rumah tangga memproduksi sampah, namun tidak ada yg suka dengan sampah. Diharapkan KPC bisa bekerjasama dengan lebih banyak pihak untuk melatih warga melakukan pemilahan sampah, composting, dan mengurangi penggunaan plastik.

Pak Bachtiar, Pembina KPC Buluh adalah salah satu warga yang peduli lingkungan. Beliau menghibahkan tanah keluarga untuk dijadikan taman dan daerah resapan air. Menurutnya, kini semakin banyak rumah dengan pompa air yang dalam dan torent yang besar. Sementara daerah resapan airnya sedikit. Semua rumah mengambil air tanah, sementara air tanah semakin berkurang. Akibatnya tanah semakin amblas dan Jakarta semakin tenggelam.

Pak Bachtiar (kiri) dan Bang Kodir (baju kotak2 menjelaskan visi misi KPC pada pengunjung
Kami pun menyusuri Ciliwung, melawan arus yang cukup deras. Hujan semalaman di Bogor, ternyata membuat air sungai naik dan alirannya cukup deras. Motor perahu karet kami beberapa kali tersangkut sampah plastik dan karung yang berjalan cepat di sungai yang meluap.

Serunya menyusuri Ciliwung
Sepanjang sungai, kami melihat pemandangan unik yang membuat kami tergelak. Salah satunya adalah papan peringatan ‘Dilarang buang sampah di sungai ini’ dan ‘Dilarang mendirikan bangunan di sepanjang kali’ yang semuanya menghadap ke arah sungai, dan bukan sebaliknya. 

Siapa yang akan baca kalau papan peringatannya menghadap ke kali?
Sampah plastik juga merupakan pemandangan dominan yang sangat mengganggu keindahan. Menurut Asun, plastik yang berlapis-lapis sudah tertimbun di sedimen tanah hingga mengganggu pertumbuhan pohon. Akar pohon tunjang pun tak dapat menembus plastik hingga pertumbuhannya terganggu.

Sedimen tanah dilapisi sampah plastik
Kami juga melihat tanah yang bolong-bolong di dinding sungai. Menurut Asun, ikan sapu-sapu membuat lobang-lobang di dinding sungai sebagai sarang. Ikan sapu-sapu adalah parameter kebersihan sungai. Semakin kotor sungai, ikan sapu-sapu makin banyak populasinya. Semakin banyak lobang yang mereka buat untuk sarang, samakin rapuh lah tanah hingga sering terjadi longsor. Untuk mengatasinya, penggiat KPC sering menebar benih ikan agar populasi ikan sapu-sapu dapat dibatasi.

Perahu karet kami pun berhenti di KPC Gema Bersuci asuhan H. Royani. Disana terdapat pabrik pembuatan dodol, pemancingan warga dan saung-saung yang nyaman. H. Royani menceritakan sejarah Jakarta hingga kami ternganga. Betapa miskinnya ilmu sejarah kami mengenai tempat dimana kami lahir, berkegiatan, dan hidup di dalamnya.

Pengrajin dodol
Ciliwung jaman dahulu merupakan jalan kedatangan tamu, sedangkan Cisadane adalah jalur perjalanan raja, jelas H. Royani sambil menikmati makan siang bersama pengunjung. Cisadane dan Ciliwung di hulu letaknya berjajar, oleh karena itu daerah hulu tersebut dinamakan Pajajaran.

Pak H. Royani (jaket merah) bercerita tentang sejarah Ciliwung
'Di Ciliwung dulu banyak pasirnya', lanjut H. Royani. Jaman dahulu, orang yang dibilang kaya di Jakarta adalah yang paling banyak perahunya. Perahu-perahu tersebut digunakan sebagai pengangkut pasir yang dibawa untuk pembangunan Gelora Bung Karno.

Dodol dibungkus-bungkusi untuk dibawa pulang pengunjung. Dodol duren Betawi! Yuuuumm!
Dan tahukah Anda?
  • Asal kata Ragunan adalah dari nama Pangeran Wiraguna, seorang karyawan VOC yang diambil oleh Pangeran Fatahillah sebagai ahli pembuat irigasi dan jembatan.
  • Asal kata Balekambang adalah ketika jaman dahulu Pangeran Wiraguna naik kuda putih dari rumahnya ke Kedung Eran, beliau sering mandi di sebuah bale-bale yang mengambang di sungai.  
  • Asal kata Batuampar adalah ketika Pangeran Wiraguna menaiki kuda ke condet, beliau melewati daerah yang dibangun dengan batu yang diamparkan.
  • Kata Pasar Minggu bukan karena pasar tersebut buka hanya hari Minggu. Nama Minggu diambil dari Ki Minggu yang mewakafkan tanahnya untuk pasar. Sebelumnya, nama pasar itu adalah Pasar Sawo.
  • Setelah Belanda kalah oleh Jepang, mereka mencoba masuk lagi bersama sekutu. Banyak dari orang-orang Belanda tersebut yang bersembunyi di Depok yang dijadikan villa pengungsian. Hingga kini, sering ada sebutan Belanda Depok
  • Daerah Pejaten berasal dari kata Pejatian, karena daerah tersebut dulunya banyak kayu jati. Pejaten pun dahulu merupakan daerah Condet.
  • Sebagian besar wilayah Jakarta dulunya adalah rawa-rawa, termasuk juga Pancoran dan sekitarnya. Hingga nama daerah Rawa Belong, Rawa Jati dll memang betul daerah rawa yang diuruk menjadi perumahan.

Dari saung KPC Gema bersuci, kami bergerak ke pemberhentian terakhir yaitu KPC Munggang asuhan Bang Kodir. KPC ini sudah banyak dijadikan percontohan karena sudah memiliki fasilitas Eco-wisata yang sangat mendukung seperti Outbound track, taman baca, dan aula yang cukup besar.

Disana saya berjumpa dengan Bunda Arifah Handayani, pemilik Smart Parenting Group yang inspiratif.

Luar biasa pengalaman saya hari ini. Semoga Allah berikan saya jalan untuk berkarya bersama orang-orang hebat ini.


Lets save our Ciliwung, together!

Saturday, February 28, 2015

Serunya #KelasDongeng bersama Ayo Dongeng Indonesia

Akhirnyaaa hari ini saya bisa ikutan #KelasDongeng kak Ariyo bersama Ayo Dongeng Indonesia.

Sudah lama saya mengikuti kiprah Kak Ariyo di media sosial. Awalnya dikenalkan oleh Irine, salah satu relawan Komunitas Taufan. Kemudian datang langsung melihat kak Ariyo mendongeng di Asean Literature Festival, yang ternyata seru banget. Ternyata kak Ariyo juga sering mendongeng untuk pasien anak di RSCM dan RS Fatmawati. Waahh keren banget yaaa.

Dan hari ini, adalah salah satu dari #KelasDongeng yang dibuat dengan tujuan mengenalkan ilmu Dongeng ke lebih banyak orang karena menurut Kak Ariyo, 'Semua orang pasti bisa mendongeng!'. Kenapaaaa? 'Karena semua orang pasti bisa curhat!', lanjutnya.

Ilmu mendongeng itu mirip dengan ilmu curhat. Dongeng juga merupakan hypnosis. Itulah sebabnya, ceritanya selalu positif dan happy ending.

Yang perlu diperhatikan dari mendongeng, yang pertama adalah Kontak Mata. Awalilah dengan membagi penonton dengan 3 bagian. Pastikan pendongeng memiliki kontak mata ke 3 bagian penonton, yang kanan, tengah dan kiri.

Kedua adalah penguasaan cerita. Pilih cerita yang kita sendiri suka, karena bahasa tubuh kita jadi mengikuti karena kita pun suka. Pilih juga cerita yang sesuai usia anak. Karena attention span anak-anak berbeda mengikuti usianya. Menurut Kak Ariyo, anak usia prasekolah biasanya hanya dapat fokus untuk mendengarkan 3-5 menit cerita. Untuk anak SD kelas 4-6, sudah bisa fokus hingga 20 menit, sedangkan siswa SMP hingga 30 menit.

Yang ketiga adalah suara dan facial expression. Ekspresi kita sangat menentukan cerita yang kita ceritakan.

Terakhir adalah gesture. Meski kita bebas bergerak sesuai dengan cerita yang kita bawakan, hindari bergerak terlalu banyak. Bedakan mendongeng dengan teater. Mendongeng adalah kerja imajinasi, dimana anak dibiarkan berpikir bebas. Tak perlulah kita mengotakkan imajinasi anak dengan berakting seperti cerita yang didongengkan.

Ada 3 kunci dalam mendongeng:
1. Calm
2. Confidence
3. Care

Calm
Menurut Kak Ariyo, anak2 itu belajar dari mendengar dan melihat. Buat mereka merasa nyaman dan tertarik dengan kita hingga mereka mau mendengar dongeng kita.

Bicara dengan suaranya yang cukup, dan dengan tempo yang cukup. Percaya dengan apa yang kita ceritakan, karena anak-anak percaya dengan apa yang kita katakan. Cerita bisa berbelok-belok, atau diselingi dengan kegiatan lain. Namun harus kembali ke alurnya lagi.

Confidence
Menurut kak Ariyo, untuk menjadi pede dalam mendongeng, kita harus perhatikan panca indera.
Siapkan diri kita menjadi nyaman menarik, mengikuti panca indera. Penampilan yang rapih dan bersih agar enak dilihat, wangi, bersuara cukup tidak terlalu kuat atau terlalu pelan.

Care
Selalu perhatikan audience kita. Caranya, perhatikan selalu mata penonton untuk memulai komunikasi. Dari mata turun ke hidung. Kita bisa melihat tingkat ketertarikan penonton dari hidungnya. Kalau hidung didepan badannya kebelakang, berarti anak mulai tertarik. Maksudnya anak sangat suka cerita kita hingga kepalanya maju. Kalau hidungnya sudah mulai mundur, anak sudah mulai bosan.

Dari hidung turun ke mulut. Kunci sukses dongeng kita adalah ketika anak mulai membuka mulutnya terbuka hingga tertawa. Tapi hati-hati bila mulut terbuka berlebihan. Artinya penonton mungkin mulai mengantuk. Dari mulut turun ke dagu. Menopang dagu dengan satu tangan itu berarti tertarik.

Tips yang lain adalah:
1. Berhati-hati dengan pertanyaan
'Siapa yg mau denger dongeng?' atau
'Gimana tadi ceritanya?'. Karena bisa jadi bumerang untuk kita kalau jawabannya tidak sesuai dengan ekspektasi.
2. Hindari cerita yang isi ceritanya bisa ditebak dari judulnya. Contoh: Kelinci pembohong, Monyet yang jahat, dll.
Cerita jadi tidak menarik karena sudah ketahuan dari awalnya.
3. Jangan pernah menyimpulkan cerita atau mendikte Moral of the story pada anak. Setiap anak menangkap cerita dengan persepsinya masing-masing, dan mendikte moral dari cerita sama dengan membodohi anak.
Gunakan kalimat tanya terbuka bila ingin membahas cerita di akhir dengan anak-anak.
4. Mendongeng juga bisa dilakukan dengan cara Read-aloud atau bercerita dgn buku. Perlihatkan dan perkenalkan buku yang akan dibaca pada audience. Gunakan gesture yang baik dan pronounciation yang tepat. Buka mulut lebar-lebar agar tdk salah mengucapkan kalimat. Anak-anak pun belajar dengan melihat gerak bibir dan gesture kita.

Banyak sekali ilmu yang saya dapat hari ini. Rasanya ingin cepat-cepat mempraktikkannya didepan pasien-pasien cilik dampingan Komunitas Taufan.

Setelahnya, tak lupa berfoto untuk #NandaKamuBisa, sebuah kompilasi video berisi foto-foto semangat buat Nanda, pasien Leukimia berusia 14 tahun yang kondisinya sedang drop. Ikutan yuk! Info lengkapnya bisa dilihat di http://www.komunitastaufan.org/nandakamubisa

Terimakasih Kak Ariyo dan teman-temaaan. Sampai ketemu tanggal 4 Maret di #PopUpStoryTelling yaaa

Monday, February 2, 2015

TravelIndonesia #2 Yogyakarta - Borobudur Sunrise trip, Merapi Lava Tour, and around the city



Trip kedua ini adalah giliran Naznin. Karena itinerary terdengar lebih adventurous, saya sudah mempersiapkan sepatu yang lebih kuat, tas backpack multi-fungsi dan tentunya kain gendong jarik super! :D

Kami tiba di Yogya pada siang hari. Untuk kemudahan berjalan-jalan, kami memilih hotel di daerah Malioboro. Dan untuk kesenangan Naznin, kami memilih hotel yang ada kolam renangnya. Pilihan kami jatuh pada Dafam Fortuna hotel, seharga Rp. 360.000/malam. Kamar yang lumayan luas, twin bed, makanan super murah mulai dari Rp. 15.000, kamar mandi dengan rain shower kesukaan Naznin, toilet dengan selang siraman dan bukan pancuran, kolam renang outdoor dengan atap hingga bisa tetap berenang meski hujan. Perfect! Dan Naznin pun menghabiskan hari pertama hanya di kolam renang.


Borobudur Sunrise Trip
Kami tidur awal malam harinya dan memasang alarm pukul 03.00. Pak Supir sudah menunggu kami di lobi pukul 04.00, and off we go to Sunrise trip. Melihat Borobudur ketika sunrise adalah trip favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Ada 2 tempat untuk menyaksikan keindahan sunrise dengan harga yang jauh berbeda.

Pertama: Manohara Resort. 
Hotel mewah yang terletak tepat di samping Borobudur ini menawarkan sunrise trip seharga Rp. 250.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 380.000 untuk wisatawan mancanegara. Membaca review yang cukup baik namun antrian cukup panjang; dan mengingat budget kami lebih baik digunakan untuk berbelanja, kami pun mencari alternatif lain.

Kedua: Punthuk Setumbu
Perlu effort lebih untuk memanjat bukit setinggi 400m yang terletak di sebelah barat daya candi Borobudur ini. Namun review menyebutkan bahwa tempat alternatif untuk menikmati Borobudur di waktu sunrise ini sangat diminati wisatawan mancanegara. 

Cukup membayar Rp. 7000 untuk wisatawan lokal, dan Rp. 15.000 untuk wisatawan mancanegara; kami pun mulai menanjak ke puncak bukit. Sayang kami tidak memperhitungkan bahwa malam sebelumnya hujan turun cukup lebat, hingga medan pendakian kami pun cukup licin. Untungnya, tangga yang dibuat untuk naik tidak terlalu curam, dan di setiap kelokan ada tempat beristirahat lengkap dengan kursi dan warung kopi. Saya yang menggendong Naznin di pundak jadi bisa berhenti sejenak meluruskan kaki.

Bule-bule manjatnya cepat sekali. Sementara saya foto saja sampai gemetar begini

Selfie gelap-gelap sambil istirahat di kelokan bukit

Karena habis hujan, jadi sunrisenya tertutup kabut. Namun ujung Borobudur sempat terlihat meski samar

The viewing point. Tempat foto paling favorit

Trek pendakiannya cukup bagus. Kalau kering pasti Naznin bisa mendaki sambil lari-lari

Pukul 06.00 kami kembali menuruni bukit sambil menikmati keindahan pemandangan yang luar biasa di sekeliling bukit. Lega juga karena tidak membayar mahal untuk melihat sunrise yang ternyata tertutup awan dan kabut.

Perjalanan dilanjutkan ke Borobudur. Meski kami tidak kuat memanjat sampai stupa tertinggi. Padahal ingin punya foto seperti Mark Zuckerberg, bos Facebook itu loh. :D

Di hari Sabtu, banyak pelajar yang melakukan studi tour dari berbagai penjuru nusantara. I love Indonesia!

Foto dari bawah cukuplah

Merapi Lava Trail Tour
Dari Borobudur, kami menuju Gunung Merapi untuk melakukan Lava Tour. Kabarnya hari ini ada curahan lahar dingin dari puncak yang seru sekali untuk dilihat. Pukul 10.00 mendung terlihat sudah menggelayut. Dan benar saja, hujan mulai turun setibanya kami di lereng Merapi.

Kami harus menyewa jeep untuk naik keatas gunung. Ada 3 tipe perjalanan yang dapat dipilih:
Trip 1 Rp. 350.000 
Trip 2 Rp. 450.000 Sampai ke rumah relokasi, rumah keluarga alm. Mbah Maridjan dan sampai ke 4km dibawah puncak gunung
Trip 3 Rp. 600.000 paling komplit 
Kami memilih trip ke-2 dengan total perjalanan selama 3 jam.

Jeep terbuka membuat kami basah sepanjang perjalanan. Untungnya ada warung yang menjual baju diatas hingga Naznin bisa ganti baju kering

Sebelum berangkat, kami diminta menggunakan jas hujan karena sudah mulai gerimis. Puluhan jeep sudah mengular untuk naik ke puncak disertai sorakan turis-turis yang terlalu excited. Trek yang dilalui cukup menegangkan, karena berbatu dan cukup berbahaya. Saya jadi agak khawatir membawa Naznin, meski supir jeep kami memastikan bahwa ia akan mengemudi agak perlahan. Kami sempat disoraki jeep-jeep yang memotong dan mendahului kami karena supir berjalan terlalu pelan. Naznin malah tidak terlihat takut sama sekali.

Karena waktu dzuhur sudah tiba, kami memutuskan untuk mampir ke masjid di perumahan relokasi. Lingkungan yang terasa aneh dan membuat bulu kuduk saya merinding. Ditambah tak ada orang sama sekali disana. Rumah keluarga alm. Mbah Maridjan terletak paling ujung di dekat masjid. 

Masjid di lingkungan relokasi
Apik dan bersih
Lingkungan rumah relokasi. Sepiiii sekali

Satu-satunya foto yang saya ambil karena tas dan kamera terbungkus di dalam plastik yang ikut kebasahan

Hujan makin deras ketika kami naik ke puncak. Jalanan mulai tidak beraspal dan goncangan makin terasa kencang. Tiba-tiba, jeep berbelok ke turunan tajam padahal kami tidak melihat ada jalur kendaraan. Pak supir dengan tenang menjelaskan bahwa kami akan dibawa menyusuri sungai tempat aliran lahar dingin di erupsi tahun 2010 silam. Hati saya mulai ciut. 

Saya berpegangan kencang sambil memeluk Naznin erat. Hujan yang makin deras membuat trek makin berbahaya dan licin. Sungai yang kami masuki penuh dengan batu besar. Kami cuma bisa melihat aliran lahar dingin dari jauh karena takut aliran makin kencang. Kabarnya, sebuah truk dan awaknya ada yang terkubur lahar dingin penuh material berat yang tiba-tiba deras dan menghanyutkan mereka. Seram...

Kami parkir dan berteduh sejenak di Museum Sisa Hartaku. Hujan tak kunjung berhenti, hingga pak supir memutuskan untuk meneruskan perjalanan, namun memilih trek yang lebih aman.

Museum sisa hartaku
Image dari sini
Cuma butuh 10 menit untuk awan pas penuh material berat menghanguskan seluruh rumah. Erupsi terjadi pukul 12.05 dini hari di desa bagian atas
Image dari sini
Korban terbanyak menurut pak supir adalah warga di desa bagian bawah gunung Merapi. Karena mereka tidak menyangka erupsi akan sampai ke bawah. Wedhus gembel pun menghanguskan rumah dan penduduknya pukul 12,15 dini hari, 10 menit setelah menghanguskan desa di bagian atas. Korban ditemukan dalam keadaan beku tertutup wedhus masih dalam keadaan beraktifitas. Ada yang sedang berlari, ada yang baru mau keluar rumah, ada yang masih tidur, bahkan ada ibu yang sedang menyusui bayinya...

Kekuatan alam yang luar biasa. 

Kini, Merapi subur kembali dan memberi lebih bagi penduduknya. Material pasir dan batu seperti tak habis meski ratusan kali diambil oleh truk-truk besar yang lalu lalang. Pohon-pohon tumbuh subur bagai lupa akan keganasan yang belum hilang bekasnya dari ingatan penduduk. 

Kami menjumpai Pohon Soga di lereng gunung Merapi. Menurut supir jeep, pohon yang berbentuk seperti cemara ini tadinya tumbuh di puncak gunung. Ketika erupsi, pohon-pohon ini terbawa turun dan kini tumbuh di lereng gunung. Kayu pohon Soga dimanfaatkan oleh penduduk sebagai kayu bakar, dan kulitnya dipakai untuk pewarna batik. Batik yang diwarnai dengan kulit pohon soga dikenal dengan nama Batik Sogan.


City tour
Hari terakhir di Yogya, kami habiskan dengan city tour berkeliling kota. Pagi kami dimulai dengan sarapan Sop Ayam Pak Min Klaten yang melegenda di Jl. Veteran. Kemudian menyebrang ke Jl. Suryotomo karena Naznin ingin bermain burung dara. Dari seluruh rangkaian kegiatan sepertinya dia paling suka berada disini :D

Main burung dara di seberang Soto Pak Min Klaten

Perjalanan dilanjutkan ke Kota Gede untuk menyaksikan pembuatan perhiasan perak. Kemudian berhenti sebentar untuk naik delman.

Pekerjaan yang sangat detail dan cantik. Sayang harga perak sedang melambung hingga harga perhiasan jadi mahal

Naik delman istimewa ku duduk dimuka

Selanjutnya kami beranjak ke keraton. Wisata wajib jika jalan-jalan ke Yogya. Pukul 10.00 ada kegiatan membatik di seberang keraton. Tentu setelahnya akan ditawari lukisan batik dengan harga cukup mahal. Tolak dengan tegas namun halus bila tidak ingin membeli.

Lambang keraton Yogyakarta



Gasing

Membatik di seberang keraton

Sebelum beranjak ke airport kami menyempatkan diri untuk berfoto di Prambanan dan berbelanja. Saya lebih suka berbelanja disini daripada di jalan Malioboro. Banyak sekali toko souvenir di sepanjang jalan keluar Prambanan, dimana saya bisa membeli banyak oleh-oleh dengan harga murah dan kualitas mumpuni.

Gantungan kunci candi, dan bros bisa didapatkan dengan harga Rp. 1000 saja. Kemeja batik seharga Rp. 35.000, daster Rp. 20.000, kaos dari Rp. 12.000 - 25.000, tas batik perca Rp. 15.000. Ada juga ukiran kayu, kendi tanah liat, dan tentunya ulekan batu yang fenomenal untuk mengulek sambal :)





Toko souvenir murah

We had great time in Yogya. Next trip kemana lagi yaaaa?

-------------

Dafam Fortuna Hotel
Jalan Dagen No. 60, Yogyakarta
0274-6429888

Sewa mobil 
Rp. 400.000/12 jam all in. Overtime Rp. 50.000/jam.
Contact: 0878-4565-8103

Kaliurang Adventure Merapi Lava Tour
Contact: 0813-9218-8771 (Wanto)

Tiket masuk Borobudur
Rp. 30.000 (domestik)
Rp. 250.000 (foreigner)

Tiket masuk Prambanan
Rp. 20.000 (lokal)
Rp. 135.000 (foreigner)

Naik delman
Rp. 40.000

Masuk keraton
Rp. 5000 (lokal)
Rp. 15.000 (foreigner)

Friday, November 28, 2014

Menelusuri jejak Islam di Turki

Ketika saya diajak ibu untuk berumroh di tengah November 2014, saya masih agak ragu. Rasanya pergi lama di saat anak-anak masih sekolah amat sangat merepotkan. Tapi setelah diiming-imingi perjalanan ke Turki, yang merupakan bucket-list saya nomer wahid, langsung saya mengajukan izin Pak Hussain. Dan dengan senang hati beliau bilang boleh! :D

Rute umroh kami dimulai dari Mekkah, kemudian Turki dan berakhir di Madinah. Karena musim umroh belum dibuka, Mekkah dan Madinah masih relatif sepi pengunjung. Bisa dibayangkan lah, indah dan mudahnya mengagumi, menyentuh, bersimpuh di kaki Ka'bah dan berdoa di Raudhoh Masjid Nabawi sepanjang hari.

Saat kami datang, Turki baru akan menyelesaikan musim gugur untuk memasuki musim dingin. Suhu disana berkisar antara 9-11 derajat Celcius. Saya yang memakai baju berlapis-lapis sampai enggan berfoto dan difoto, karena pasti akan membuat Pak Hussain tertawa.

Kota Istanbul di musim gugur

Turki adalah negara yang unik menurut saya. Negara yang terbagi dua secara geografis antara benua Asia dan Eropa. Telah mengecap berbagai jenis agama dan direbutkan oleh penguasa berbagai kerajaan dari Roma, Cina, Persia, Arab hingga akhirnya merdeka. Penganut dinamisme, yang menjadi Islam, kemudian berubah sekuler dan kembali lagi kepada Islam. Negara yang konon merupakan salah satu pilar sejarah penting peradaban muslim dunia. Negara pelindung pengungsi perang Suriah. Panutan muslim dunia.


Kejayaan Dinasti Ottoman di Konstantinopel 1453 H

Sejarah Turki sangat erat terkait dengan kerajaan Islam di zaman kalifah-kalifah sepeninggalan Rasulullah SAW. Masih ingat pelajaran sejarah Islam di SD dulu? Setelah Rasulullah SAW meninggal, Abu Bakar As-Siddiq diangkat sebagai khalifah pertama, yang selanjutnya diteruskan oleh Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib. Di bagian inilah, umat muslim terpecah dua, karena menurut kaum Syiah, Rasulullah SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi penerusnya sebagai kalifah pertama.

Wallahu a'lam. Sejarah berlanjut. Setelah 4 kalifah tersebut, kerajaan Islam dikuasai oleh dinasti-dinasti. Dinasti pertama adalah Umayyad, dari Syria yang menguasai kerajaan Islam dan memindahkan ibukota kerjaan Islam dari Madinah ke Damascus. Kemudian ditaklukkan oleh dinasti Abbasid dari keturunan paman Nabi, Abbas bin Abdul Muthallib. Beliau memindahkan ibukota kerajaan Islam dari Damascus ke Baghdad. Perpecahaan umat Islam yang semakin besar, membuat kerajaan Kristen Byzantium dengan mudah masuk dan menguasai sebagian dari wilayah dinasti Abbasid.

Setelah melewati berbagai peperangan, muncullah kaum Seljuq dari Turki. Bekerjasama dengan kalifah dinasti Abbasid, perlahan kaum Seljuq menguasai kembali tanah-tanah milik dinasti Abbasid, namun akhirnya memegang tampuk kepemimpinan. Peperangan dengan kerjaan Byzantium berlanjut, dan dinasti Seljuq menguasai Roma dan Konstantinopel, ibukota Byzantium. Dinasti Seljuq dilengserkan oleh dinasti Utsmaniyyah (Ottoman) setelah mengalami kegagalan dalam berbagai perang dengan pasukan Mongolia. Sejak kemenangan dinasti Ottoman, mereka menguasai Konstantinopel dan mengislamkan Turki.

Semua masjid di Old Istanbul usianya sangat tua

EyĆ¼p Sultan Camii (Masjid Jami Sultan Ayub)

Pernah dengar dalam sebuah kisah Rasulullah SAW ketika beliau berhijrah dari Mekkah ke Madinah? Saat itu, kaum Anshar di Madinah saling berebut ingin menjadi tuan rumah Kekasih Allah tersebut. Saat itu unta yang dinaiki Rasulullah SAW berhenti dan duduk di satu tempat, yang di tempat tersebut beliau bangun menjadi Masjid Nabawi. Kemudian unta itu berhenti lagi di depan rumah Abu Ayyub Al-anshari, tempat dimana beliau tinggali 7 bulan sampai masjid Nabawi selesai dibangun. Sahabat Rasulullaah itu pun selalu mendampingi Rasulullah dalam berbagai perperangan membela Islam, termasuk perang Badar, perang Uhud, dan beberapa kali percobaan mengislamkan kekaisaran Roma di Byzantium.

Sepeninggal Rasulullah SAW, setidaknya 5 kali beberapa sahabat mencoba menaklukkan Konstantinopel, karena beliau pernah bersabda bahwa suatu saat Konstantinopel akan menjadi kekuasaan Islam. Begitupun Sayyidina Abu Ayyub Al-anshari, ikut meneruskan perjuangan untuk menaklukkan kerajaan Byzantium. Beliau dan pasukan berjalan dari Madinah ke Konstantinopel, ibukota Byzantium. Sayang, beliau meninggal dalam perjalanan.

Beberapa tahun setelah Konstantinopel berhasil dikuasai dinasti Ottoman dan berganti nama menjadi Istanbul, guru dari Sultan Muhammad Al-Fatih mendapat mimpi dimana sayyidina Abu Ayyub Al-Anshari datang dan memberitahukan letaknya dikubur. Di Konstantinopel, diantara 2 pohon mapel. Setelah makam tersebut ditemukan, Sultan dinasti Ottoman tersebut bersukacita dan langsung membangun sebuah masjid, dan menganugerahkan beliau sebagai Sultan dan pahlawan yang membebaskan kota Istanbul.

Lokasi sekitar masjid Eyup Sultan Camii ini sangat popular bagi warga Turki, yang datang untuk ziarah dan yang ketika meninggal dunia ingin dimakamkan dekat dengan makam sahabat Nabi mulia.




Dua pohon Mapel, dimana diantaranya terletak makam Abu Ayyub Al-anshari


Warga yang ramai berziarah ke makam Sayyidina Abu Ayyub Al-anshari
Masjid Eyup Sultan Camii ini pun ramai dikunjungi wisatawan non-muslim yang ingin mengagumi keindahan arsitekturnya. Ada waktu diantara jam sholat, yang dibebaskan untuk wisatawan berkunjung. Saya yang datang menjelang adzan maghrib dan sholat diantara puluhan wisatawan yang sibuk memotret agak canggung juga. Mungkin beginilah rasanya umat Buddha di saat beribadah di candi Borobudur.

Ramainya wisatawan di dalam Eyup Sultan Camii

Museum Hagia Sophia

Hagia Sophia

Masjid cantik tempat wisata populer ini sebelumnya adalah sebuah gereja Katedral di Istanbul, ibukota Turki. Ketika Ottoman mengambil alih kekuasaan Konstantinopel, mereka mengambil alih semua gereja dengan cara baik-baik. Tidak ada yang dihancurkan atau dirombak. Semua warga pun disarankan masuk Islam dengan cara baik-baik tanpa kekerasan. 

Sampai kini pun, warga Turki dan pemerintahnya melestarikan semua bangunan peninggalan zaman Roma yang tak dirubah bentuknya, hanya dialihkan fungsinya. Semua bangunan tua di Old Istanbul bisa dilihat sampai saat ini. Tempat penyimpanan sejata jadi universitas, istana jadi museum, benteng menjadi restoran, dll. Sementara gedung-gedung modern berada di New Istanbul. 

Keunikan dan kecantikan Hagia Sophia terlihat dari luar hingga ke dalamnya. Masjid itu kini dijadikan museum yang bebas dimasuki oleh semua penganut agama. Uniknya, masjid ini memiliki mimbar yang miring 15 derajat ke kanan. Semua relif-relif kristiani di dinding masjid yang tadinya ditutup, dibuka kembali oleh pemerintah Turki untuk memperlihatkan keaslinan bangunan cantik tersebut pada wisatawan.

Mimbar yang dimiringkan mengikuti arah kiblat

Relif cantik di dinding museum

Istana Dolmabahche

Istana ini adalah saksi sebuah sejarah. Dinasti Ottoman yang berkuasa cukup lama menjadikan sultan-sultannya tenggelam dalam kemewahan. Istana megah yang dilapisi emas hingga seberat 40.000 ton ini adalah sebuah bukti kecintaan duniawi yang menghancurkan.

Dari sinilah, bangsa Turki mulai bergejolak. Di sepanjang selat Bosphorus, sultan-sultan mendirikan istana tempat peristirahatan sekehendak hatinya dengan uang hasil pajak warga. Kerajaan Turki yang kurang persenjataan pun mulai ditinggalkan oleh negara-negara sahabat. Dinasti Ottoman kalah di Perang Dunia ke I. Kesempatan ini akhirnya dimanfaatkan oleh sebuah pemberontakan, dipimpin oleh seorang pegawai militer kerajaan yang muak dengan kerakusan dinasti Ottoman. Mustafa Kemal Ataturk yang dipuja-puja sebagai Bapak Turki tersebut membawa Turki kepada kemerdekaannya, menghilangkan semua nilai agama di Turki, dan merubah Turki menjadi negara Republik sekular.


Gerbang marmer Istana Dolmabahche

Istana Dolmabahce dari Selat Bosphorus
Presiden pertama itu berhasil membawa Turki kepada modernisasi. Meningkatkan perekonomian, pendidikan, persamaan derajat pada wanita, dan mempercepat pembangunan. Turki kini tak kalah dengan negara Eropa lainnya, mencatat peningkatan ekonomi hingga 4% per tahun.

Meski kehidupan rakyatnya mulai modern, nilai-nilai keislaman yang tadinya pudar mulai dirindu oleh rakyat Turki. Perlahan tapi pasti, kini, Turki mulai kembali pada Islam. Semua nilai-nilai keislaman yang tadi hilang, mulai menguat lagi. Pemerintah Turki kini menggiatkan sektor pariwisata mereka dengan menunjukkan sejarah Islam mereka pada para turis. Semua turis yang datang kesana dibuatkan itinerary perjalanan sejarah keliling Istanbul. Bahkan, untuk masuk ke istana dan masjid-masjid pun harus didampingi pemandu wisata lokal yang harus menjelaskan sejarah bangunan tersebut. Seluruh dunia harus tahu! 


Semua masjid -kecuali yang kini menjadi museum- harus dihormati. Disediakan jubah berkerudung untuk pengunjung non-muslim agar menutup auratnya

Ada satu lagi keunikan masjid-masjid di Turki, yaitu lampunya. Di semua masjid akan terlihat lampu gantung dengan begitu banyak tali yang membuatnya tampak sangat unik dan klasik. Selain itu, tempat wudhunya semua memiliki tempat duduk. Kami semua tak henti berdecak kagum di setiap masjid yang kami masuki demi melihat keindahan dan kemewahan masjid-masjid kuno tersebut.

Lampu khas masjid Turki

Tempat berwudhu masjid Green Mosque

Tempat berwudhu di masjid Ulu Cami. Lengkap dengan bakiak 

Green Mosque, dibangun di tanah yang sebagiannya adalah harta rampasan umat Yahudi. Karena di bagian miliknya dia tak rela dijadikan tempat sholat, dinasti Ottoman menjadikannya air mancur. Tingginya solidaritas beragama saat itu

Topkapi Palace yang menghadap Selat Bosphorus, agar Sultan dapat mengawasi lalu lintas perdagangan

Tur Selat Bosphorus, pemisah Turki bagian Asia dan Eropa

Menurut pemandu wisata kami, Mas Hendro, yang masih bekerja sambil bersekolah disana, Turki erat sekali hubungannya dengan bangsa Indonesia. Tercatat sejak tahun 1500-an, kerajaan di Aceh meminta bala bantuan pada seorang Sultan dinasti Ottoman untuk memerangi Portugis di selat Malaka. Bahkan, saat Aceh dilanda tsunami, bangsa Turki adalah yang pertama menurunkan bantuannya kesana.

Bangsa yang ke-Islamannya mulai terbangun lagi tersebut, kini mulai mengingat kembali saudara muslimnya di Asia jauh, seperti Indonesia. Semoga umat muslim di dunia makin erat bersatu dan saling mencintai. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...