Wednesday, February 2, 2011

Scrapbook for beginner

Di jam digital seperti sekarang ini, sangatlah mudah bagi kita untuk menyimpan segudang foto-foto kenangan keluarga di dalam komputer dan hard-disk. Tanpa limit, kita bisa simpan sebanyak apapun foto di social media yang bisa kita dan orang lain lihat lagi berkali-kali sampai bosan.

Tapi pasti kita kangen dengan jaman dulu, dimana Bapak dan Ibu kita membuatkan masing-masing anaknya album. Tak peduli sekian banyaknya foto-foto digital yang saya simpan, saya masih suka membuka-buka album masa kecil saya dan tersenyum-senyum sendiri dibuatnya. Saya pun ingin membuatkan anak-anak saya album foto mereka masing-masing yang bisa mereka lihat-lihat waktu mereka besar nanti.

Saya sangat ingin mencoba scrapbooking. Tapi saya urung mengerjakannya karena minimnya kreatifitas dan kesibukan saya mengurus 2 anak yang masih kecil-kecil. Lagipula, scrapbooking can be very expensive! Mahalnya huruf-huruf dan pernak-pernik scrapbooking yang dijual di mall semakin membuat saya malas untuk memulai membuat album. Untuk pemula seperti saya, rasanya sayang sekali membuang uang untuk membeli sesuatu yang saya tidak tahu cara menggunakannya secara maksimal.

Jadi, saya membeli album foto biasa yang halamannya berwarna hitam. Kenapa hitam? Saya pikir apapun yang saya tempel di album saya akan lebih stand-out dan terlihat lebih cantik. Kemudian, saya beli beberapa majalah anak dan mengumpulkan foto-foto Mikail dari mulai dalam kandungan sampai sekarang. Dan mulailah saya mengisi halaman album dengan potongan-potongan lucu dari majalah dan beberapa huruf saya beli di toko scrapbook, dicampur dengan huruf yang saya potong dari majalah.

Hasilnya lumayan. Keluarga saya berdecak kagum memuji saya berkali-kali melihat album amatir buatan saya. Bangga rasanya menyimpan kenangan indah di album yang dikemas cantik dan menarik.

Cara membuatnya pun sangat mudah:
1. Kumpulkan foto-foto yang ingin dimasukkan ke dalam album. Tips: Buat 1 tema untuk tiap halaman. Contoh: berenang, bermain pasir, ulang tahun, bermain sepeda, dll.
2. Beli majalah anak-anak dengan tokoh kartun, warna dan gambar-gambar menarik. Selain potongan hurufnya, gambarnya pun bisa digunakan untuk membuat album menjadi lebih menarik. Tips: Pilih majalah yang memiliki tema mendekati foto yang dikumpulkan.
3. Gunakan album ukuran besar dengan halaman berwarna hitam. Semakin besar semakin banyak foto yang bisa kita tempel. Album foto biasa lebih mudah dan praktis. TIdak perlu menggunakan lem, karena tinggal membuka plastik album dan menutupnya kembali.

Ingat, jangan terburu-buru membuat album dengan mengumpulkan foto-foto yang rentang waktunya terlalu dekat. Isi halaman satu per satu seiring bertambahnya usia anak, sehingga album bisa 'bercerita' lebih banyak.

Selamat mencoba!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget