Tuesday, April 26, 2011

Meningkatkan budaya membaca dengan Taman Bacaan Masyarakat

Suatu hari saya mengajak sepupu saya dan Mikail, kebetulan umur mereka sepantar, ke Pejaten Village. Mall ini memang andalan saya kalau saya sedang menghabiskan weekend menginap di rumah ibu saya. Selain dekat dari rumah ibu, mall ini juga terbilang lengkap. Ada Ah Mei Cafe, kopitiam yang menyajikan makanan peranakan. Ada tempat bermain anak, toko buku, department store dengan harga terjangkau, hypermarket, dan banyak lagi kios-kios menarik lainnya.

Sudah lama saya tidak main kesana, ternyata banyak sekali kios jajanan baru. Dan ada satu hal lagi yang paling saya suka. Sekarang sudah ada Taman Bacaan Masyarakat disana. Hati saya seperti menjerit kegirangan, menarik tangan Mikail untuk masuk kesana. Walaupun bukunya tidak terlalu banyak, tapi semuanya terlihat menarik untuk dibaca. Tempatnya pun nyaman dan bersih. Lantainya dialasi karpet foam, sehingga anak-anak bisa membaca sambil tidur-tiduran! Alangkah bahagianya melihat anak-anak yang terlihat memilih-milih buku untuk dibaca.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah program pemerintah, lebih tepatnya Kementrian Pendidikan Nasional, yang dirintis di desa-desa untuk meningkatkan minat baca anak Indonesia dan mengentaskan buta aksara. Di kota-kota besar juga sudah banyak dibuka TBM ini, karena anak-anak di kota, yang punya lebih banyak pilihan rekreasi dan permainan, ternyata minat bacanya masih kurang. Agar lebih mudah diakses orang banyak, TBM pun dibuka di mall-mall. Ada sekitar 29 mall di Indonesia yang sudah memiliki TBM, contohnya Blok M Mall, Plaza Semanggi, dan Pejaten Village. Sampai sekarang ada sekitar 5000an TBM yang tersebar di seluruh Indonesia, menurut Kemendiknas.

TBM at Mall, Pejaten Village
Mikail sangat menikmati TBM, terutama karena banyak anak-anak lain disana yang membaca buku. Mikail sibuk memperhatikan anak-anak yang lebih besar membaca, sambil minta dibacakan buku juga. Kebetulan kami baru menambah koleksi buku dari Gramedia, jadi kami menghabiskan waktu cukup lama bersantai-santai disana, membaca bersama. Buku-buku di TBM, seperti di perpustakaan biasa, bisa dipinjam. Caranya dengan menjadi member TBM, dengan membayar cukup 25 ribu/tahun.

Ternyata di TBM bukan cuma bisa meminjam buku loh, tapi banyak club yang bisa kita ikuti juga gratis! Ada club matematika, science, english, iqro, dll. Semuanya bisa diikuti oleh member, dengan guru pengajar berpengalaman secara cuma-cuma. Hebat kan?
Berikut beberapa club dan schedulenya untuk TBM Pejaten Village:
English for adults: Minggu 10.00-12.00
English for kids: Rabu 16.00-18.00
Science for kids 3+ (sponsored by RUmah Science Ilma): Minggu 16.00-18.00

Yang paling menarik adalah Club Science for kids. Alat peraga dan guru pembimbing disponsori oleh Rumah Science Ilma. Saya melihat beberapa alat peraga yang dipajang disana, semuanya menarik. Anak-anak pasti suka bermain sambil belajar dengan alat peraga semenarik itu.

Anak-anak menikmati waktu membaca di TBM
Bangga rasanya menjadi bangsa Indonesia jika pemerintahnya begitu peduli dengan anak Indonesia. Karena bagaimanapun juga, anak-anak, bukan cuma anak kita, bukan cuma anak Jakarta, bukan cuma anak-anak kota besar, yang akan menjadi generasi penerus kita. Lihatlah Indonesia sekarang di tangan pemimpin kita, generasi di atas kita. Apakah kita mau generasi anak kita berkelakuan sama seperti mereka?

Mari kita bersama-sama membesarkan anak kita dengan cara yang baik, menyekolahkan mereka di sekolah yang baik, mengajarkan norma-norma yang baik, kejujuran, empati, tanggung jawab, serta takut Tuhan yang kepada-Nya nanti kita dikembalikan. Membaca adalah salah satu cara mencerdaskan anak-anak, membuka wawasannya terhadap dunia, dan menyalurkan energi mereka kepada hal yang positif. Untuk yang punya uang berlebih, alangkah baiknya jika kita ikut membantu anak-anak lain, dengan menyumbangkan buku atau uang ke Organisasi pendukung kegiatan anak-anak seperti: Kelompok Pencinta Bacaan Anak; rumah-rumah baca seperti AsmaNadiaCendekia, ABATASA, dll.


Mari kita ikut peduli :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget