Monday, April 18, 2011

Mystery of Batavia - Belajar sejarah Jakarta yang seru

Sudah lama kami ingin mengajak anak-anak pergi ke museum. Bermain di mall, seperti yang kami lakukan hampir di akhir minggu rasanya semakin menjemukan untuk dijalani. Anak-anak perlu hiburan edukatif yang lebih dari sekedar bermain di playground atau menonton film di bioskop. Tapi terus terang, kami adalah 'lazy parents' yang malas untuk bepergian ke tempat yang 'kurang nyaman'. Maksudnya adalah tidak lengkapnya fasilitas selama berekreasi, sementara kami membawa anak yang masih kecil-kecil. Kami sudah membayangkan nanti di museum tidak ada baby-changing room, tempat makan jauh, tempatnya pengap dan panas, banyak orang, apakah toilet umum disana bersih? Dan segala macam kekhawatiran kami lainnya.

Seperti mendapat jawaban dari pertanyaan, kami membaca twit dari @mommiesdaily, sebuah online community yang menyediakan segala informasi untuk keluarga. Bahwa mereka akan mengadakan trip bersama 'Jelajah Kota Tua'. Kebetulan di Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan Museum Fatahillah ada event yang namanya 'Mystery of Batavia'. Yang ikut semuanya membawa anak, kami pun dengan segera mendaftarkan diri tanpa berpikir panjang.

Pada hari Minggu 17 April 2011, seperti dijadwalkan akhirnya rombongan keluarga Mommiesdaily pun berangkat menuju Kota Tua, diiringi dengan cerita tentang sejarah Jakarta dari tour guide Jelajah Kota Tua. Ternyata banyak hal mengenai Jakarta ini yang tidak kami ketahui sebelumnya. Bahwa Sarinah adalah pusat perbelanjaan tertua di Jakarta yang dibangun di tahun 1966. Bahwa di sepanjang Jl. Gajah Mada dulunya kanal yang dipenuhi perahu-perahu sebagai alat transportasi. Bahwa jumlah penduduk Jakarta di waktu siangnya naik hampir 3x lipat dari waktu malamnya. Dan bahwa Jakarta menanggung beban yang sangat berat setiap saatnya, tapi tak tahu harus mengadu kepada siapa.

Sesampainya di Museum Fatahillah, ternyata tidak seperti yang kami bayangkan. Walaupun ramai, orang-orang memasuki museum dengan teratur, bergantian melihat isi museum dengan kekaguman, tidak ada desak-desakan seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Di halaman belakang museum terdapat banyak pohon rindang sehingga hawanya sejuk walau matahari bersinar sangat terik siang itu. Kami melihat-lihat penjara bawah tanah, tempat kecil dan rendah, yang di satu sel sempit dijejali sampai 100 manusia. Kami mereka diikat dengan bola besi yang berat, terkadang nasib mereka berakhir ditenggelamkan didalamnya. Lebih naas lagi, ada yang dipancung, digantung, atau tangan kakinya ditarik dengan kuda. Bergidik kami mendengar cerita pahlawan dan orang-orang jaman dulu.

'Pertunjukan segera dimulai', seru salah satu pemain teater
Event Mystery of Batavia sudah dimulai dari bulan Februari. Sampai tanggal 15 Mei 2011, setiap Sabtu jam 16.00-20.00 dan Minggu jam 10.00-14.00 ada Interactive Animated Performance acara yang menggabungkan teknik animasi dan live performance. Dimainkan oleh Teater Koma, drama Hilangnya Pedang Jayakarta terasa begitu nyata terjadi di depan mata kami. Terinspirasi oleh Mural (lukisan dinding) yang ditemukan oleh tim sejarahwan dan dipajang di museum, terbentuklah suatu cerita yang bersetting di rumah bangsawan Belanda jaman dahulu. Ceritanya unik, karena dipadu oleh animasi yang timbul tenggelam dari dinding berlukisan. Aksi yang diperankan oleh pemain teater juga tak kalah menambah seru isi cerita. Terkadang diiringi gelak tawa saat aktor bertingkah lucu dan melibatkan salah penonton yang terkejut ketika 'ditangkap' karena memegang pedang Jayakarta. Penonton pun sangat antusias menonton alur cerita sampai selesai.

Di akhir pementasan, penonton diminta mencari pedang Jayakarta yang tersembunyi di dalam lukisan. Rasanya ingin menonton sekali lagi, seru sekali.

Acara dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Bank Indonesia dan makan siang. Semua peserta Jelajah Kota Tua dihibur dengan video-video lama berisi kehidupan Jakarta jaman dulu. Dimana bangunan tertinggi selain Monas adalah Gedung Bank itu sendiri. Sangat mengesankan membayangkan kehidupan masa lalu, daerah-daerah yang tadinya berupa tanah kosong, sekarang padat dipenuhi gedung pencakar langit dan jalanannya dipadati kendaraan.

Hari itu kami lalui dengan perasaan senang, bangga kami dapat membawa anak-anak mengenal Jakarta lebih dekat, bangga jadi warganegara Jakarta yang dari dulunya merupakan kota yang indah, dihidupi oleh impian setiap orang yang tinggal disana.

Hati saya makin dipenuhi oleh rasa sayang terhadap kota ini. Betapa kita memanfaatkannya, menyia-nyiakannya, menghisap kehidupan darinya, namun hampir tak pernah kita berbuat apapun untuk Jakarta.

I love Jakarta, do u?

Museum Fatahillah

Pertunjukan 'Pedang Jayakarta yang Hilang', melibatkan salah satu penonton

Anak-anak sibuk mengakses situs www.mysteryofbatavia.com setelah pertunjukan
Kota Tua, Jakarta
@MysteryBatavia
http://www.mysteryofbatavia.com/

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget