Tuesday, May 31, 2011

Tidak ada si mbak? Siapa takuuutt!

Perkara ART memang tidak ada habisnya. Setiap ibu-ibu pasti punya masalah yg hampir sama, ART pulang kampung adalah salah satunya.

Karena saya dan Pak Hussain sering berpindah-pindah tempat tinggal, ART kamipun silih berganti. Dari mulai pinjam ART dari rumah ibu, berganti ART yang datang pagi dan pulang sore hari, dan berkali-kali ganti ART yang menetap di rumah. Hampir semua berhenti kerja dengan alasan yang sama, menikah!

Pernah juga dapat ibu paruh baya, 4 orang anak dan suaminya di kampung sementara beliau kerja. Tak sampai 3 bulan, sudah berhenti kerja karena anaknya sakit. Kali ini saya mendapat ART super cekatan yang bisa mengikuti phase kegiatan sehari-hari saya. Maklum dengan 2 anak sekarang dibutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu antara jadwal Mikail dan Naznin.

Ternyata setelah 6 bulan saya merasa cocok dengan ART kesayangan, diapun mulai merasa diatas angin. Dalam sebulan dia bisa izin cuti sampai 2x, belum lagi izin keluar rumah mengunjungi tante, adik sepupu dan temannya. Tak mau kehilangan ART yang sudah pas di hati, saya pun mengijinkannya. Tapi pulang kampung kali ini, sudah lebih dari seminggu dan belum ada kabarnya. Saya masih menahan diri, karena ego saya terlalu besar untuk memohon supaya dia kembali bekerja. Saya pasrahkan kepada akal sehatnya, sementara saya menikmati keseharian saya tanpa ART.

Ternyata tidak seperti yang saya kira, saya bisa hidup tanpa ART. Awalnya capek sekali, tapi ternyata kalau dikerjakan secara sistematik dan terorganize, semua pekerjaan rumah bisa selesai dan saya masih bisa menikmati me-time di saat anak-anak terlelap.

Beginilah schedule keseharian saya tanpa ART:
05.00-06.00 Menyapu dan mengepel, memotong buah untuk sarapan. Saya mengganti sarapan menjadi buah karena lebih mudah dibuat. Mikail dan Naznin pun tidak keberatan.
06.00-08.00 Naznin akan bangun dan mandi. Mikail bangun sesudahnya. Kami menikmati sarapan bersama
08.00-10.00 Free time. Mikail akan mengajak Naznin bermain. Saya ikut bermain sambil memasukkan cucian ke mesin cuci dan menyiapkan bumbu dan bahan masakan untuk makan siang
10.00-10.30 Mikail dan saya mandi
10.30-11.30 Mengantar Mikail sekolah. Saya kembali pulang untuk memasak sebentar karena bahan-bahannya sudah disiapkan sebelumnya
11.30-13.00 Menjemput Mikail dari sekolah. Makan siang bersama
13.00-16.00 Free time. Istirahat dan tidur siang
16.00-17.00 Mandi sore
18.00-19.30 Makan malam
20.30 Anak-anak tidur. Pekerjaan rumah dilanjutkan. Melipat pakaian, membereskan rumah sedikit, mencuci piring kotor. Dan setelahnya saya masih bisa bercengkrama dengan Pak Hussain, membantu tugas sekolahnya, dan menonton tv walau pastinya dalam beberapa menit saya sudah ingin mencium kasur.

Pak Hussain pun jadi lebih dekat dengan anak-anaknya, karena lebih sering diminta mengentertain anak-anaknya ketika saya mengerjakan sesuatu. Tidur saya lebih nyenyak karena saya banyak beraktifitas di siang hari.

Sepertinya saya bisa survive tanpa ART. We can do it!!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

2 comments:

  1. Nanaaa.. salut.. gw bacanya ajah ngos-ngosan.. *emak malas.. :">

    ReplyDelete
  2. hehehehe ini sekalian memotivasi diri An.
    Namanya juga ibu rumah tangga ya hihihi

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...