Thursday, June 30, 2011

Eduwisata Bandung - Merasakan kembali masa kecil di Saung Angklung Udjo

Wisata khas Bandung yang tidak boleh dilewatkan adalah ke Saung Angklung Udjo. Berlokasi di daerah Padasuka, didekat Terminal Cicaheum, sangat mudah ditemukan. Setiap hari, tourist datang berbondong-bondong dengan bus dan mobil pribadi menyaksikan penampilan angklung spektakular dari anak-anak didikan Saung Angklung Udjo. Berbagai aksi angklung dan arumba (alunan rumpun bambu) terdengar sangat harmonis, membuat semua penonton terpukau.

Saung Angklung Udjo didirikan Alm. Pak Udjo tahun 1966 bersama istrinya. Tempat ini adalah tempat pertunjukan seni, laboratorium pendidikan sekaligus objek wisata budaya khas Jawa Barat. Sekarang anak Mang Udjo-lah yang meneruskan karya almarhum ayahnya, mengajar anak-anak bermain angklung dan membawa nama harum angklung ke muka dunia.


Di Saung Angklung Mang Udjo, yang terpenting adalah bersenang-senang. Terlihat di setiap tarian, nyanyian, dan permainan anak-anak Saung Angklung Udjo, mereka menikmatinya. Semua anak memakai baju aneka warna, bermain dengan gembira mengikuti alunan musik. Berbagai atraksi yang ditampilkan dalam masa 2 jam adalah:

1. Demonstrasi wayang golek
2. Helaran. Upacara yang mengiringi khitanan atau panen padi.
3. Tari tradisional
4. Calung (alat musik bambu)
5. Arumba (Alunan Rumpun Bambu) Gabungan permainan alat musik bambu
6. Angklung mini. Setiap penonton diberikan masing-masing 1 angklung. Di angklung masing-masing dituliskan angka, yang merupakan nada angklung tersebut. Kemudian penonton diajak untuk memainkan berbagai lagu anak-anak dan dewasa dengan instruksi yang sangat sederhana.
7. Angklung Pedaeng atau angklung diatonic. Angklung biasa hanya memiliki nada pentatonic. Tapi di tahun 1938, Bapak Alm. Daeng Soetigna, Bapak Angklung Indonesia, menciptakan angklung diatonic yang memiliki nada lengkap.
8. Bermain angklung bersama. Angklung juga bisa dimainkan secara harmoni. Dalam sesi Angklung Interaktif, penonton diajak untuk bermain bersama memainkan gabungan nada-nada yang menghasilkan harmoni indah.
9. Angklung Orkestra. Permainan angklung memainkan lagu dengan nada rumit di lagu-lagu klasik.
10. Angklung Jaipong. Bermain angklung sambil menari jaipong.

Tari kuda lumping

Tari topeng. Yang dua didepan ternyata kembar, lho

Bermain angklung bersama


Mikail dan Naznin dengan kakak dari Saung Angklung Udjo

Ternyata bermain angklung bisa diajarkan semua orang, anak kecil maupun orang dewasa. Karena angklung diciptakan dengan sifat 5M: Mudah, murah, mendidik, menarik dan massal.

Di akhir acara, semua pengunjung diajak bermain dan berjoget bersama, menyanyikan lagu-lagu permainan anak seperti injit-injit semut, ular naga, dll. Diiringi alunan musik angklung, kami ditarik ke depan untuk berjoget-joget mengikuti anak-anak Saung Angklung yang ceria. Sambil berpegangan tangan kami berputar-putar menari dan membuat lingkaran. Walaupun kami masing-masing tidak saling mengenal, tapi semua orang terasa dekat dan suasana menjadi sangat hangat. Saya jadi teringat masa kecil dulu, bermain tanpa henti, dunia terasa indah tanpa masalah.

Diakhir acara. Bermain dan bernyanyi bersama. Seru sekali
Sebuah pengalaman menarik dan menghibur. Semua dalam waktu 2 jam di Saung Angklung Udjo.

Saung Angklung Udjo
Jl. Padasuka 118, Bandung 40192
Phone: +62227271714, +62227101736
Email: info@angklung-udjo.co.id
Website: www.angklung-udjo.co.id
HTM: Local tourist Rp. 35,000/orang
          International tourist Rp. 80,000/orang

Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget