Sunday, July 17, 2011

How to make your marriage work - a thought from Pak Hussain

Dini hari ini saya dan Pak Hussain bercakap-cakap. Saya selalu menyukai percakapan larut malam dengan Pak Hussain. Layaknya seorang philosopher, dia banyak memiliki filsafat hidup yang menurut saya banyak benarnya. Bahkan sebelum kami menikah, saya pernah berpikir untuk membukukan semua pemikirannya, lho. Saya sangat merasa sebagai soul-mate nya karena teorinya tentang kehidupan, kebahagiaan, parenting, dan banyak hal lain, sama dengan nilai hidup yang saya bawa sejak kecil.

Di percakapan kali ini, kami membicarakan tentang kebahagiaan perkawinan. Di mata Pak Hussain, marriage is all about happiness of every member of family. Not only yourself, your spouse, but also your kids. If you are happy but your spouse isn't, then your marriage can fail. Begitu pula sebaliknya. Dan jika kedua orangtua tidak bahagia, anak-anak pun pasti tidak bahagia.

Di pernikahan yang memiliki anak, penting sekali untuk membangun 'strong foundation'. Yang dimaksud adalah trust, understanding, dan respect. 3 hal ini harus dibangun dan diperkuat dari mulai awal pernikahan sampai anak lahir, sehingga ketika anak lahir, 3 hal tadi memperkuat cinta pasangan.

Menurut Pak Hussain, masa pernikahan dengan anak adalah masa yang sangat crucial, at least sampai anak berumur 5 tahun. Di masa crucial ini cinta pasangan diuji dengan hadirnya anak dan kerepotan si istri men-juggle peran di kehidupan barunya. Jika pondasi diatas tadi kurang kuat, si istri bisa depresi karena merasa ditelantarkan dan dibiarkan sendirian menghadapi peran barunya. Atau malah si suami yang depresi karena merasa ditelantarkan ketika istrinya sibuk mengurusi anaknya.

Jadi, bagaimana caranya untuk memperkuat trust, understanding dan respect antar pasangan? Jawabannya simple, it all lies in the commitment you make and the effort you put into making your marriage works.

Ketika kita berumahtangga, dibutuhkan komitmen dari pasangan untuk membangun keluarga bersama-sama, saling mendukung, saling menghormati, dan saling menjaga. Jika masing-masing pasangan sudah berkomitmen, maka kepercayaan yang solid akan terbentuk. Tidak akan ada lagi berburuk sangka memikirkan yang tidak-tidak terhadap pasangan, dan tidak akan ada lagi pemikiran pesimis bahwa hubungan tidak akan berjalan baik, karena kita yakin pasangan kita akan 'deliver' apa yang sudah mereka komitkan.

Adalah penting untuk pasangan untuk mengetahui sifat satu sama lain yang sebetulnya sebelum mereka menikah. Jangan sampai sifat aslinya baru terlihat ketika sudah menikah. Dari situ kepercayaan akan terbentuk. Dari situ pula understanding atau 'nerimo' akan terbentuk. Karena bila kita tahu sifat 'asli' pasangan kita, kita akan lebih menerima pasangan sebagai pribadinya, dan tidak akan berharap mereka akan berubah mengikuti kemauan kita.

Kemudian respect. Kita harus ingat bahwa walaupun diikat dengan pernikahan, dua orang tidak bisa dijadikan satu. Pasangan kita tetap merupakan pribadi yang unik yang kita harus hargai, sebagai suami, sebagai bapak dari anak-anak, dan sebagai seorang laki-laki. Hargai keinginannya, kesukaannya, dan pemikirannya. Kita pun jangan lupa menghargai diri kita supaya tidak lupa menjaga diri dan mempercantik diri.

Yang terakhir, jika pondasi rumah tangga sudah kuat, mulailah berpikir ke masa depan. Bayangkan kehidupan rumah tangga yang indah di masa depan, berdua pasangan, setelah anak-anak besar nanti. Bayangkan indahnya masa tua bersama, setelah kewajiban membesarkan anak sudah tunai dilaksanakan. Masih ingat kisah di film It's Complicated, dimana sang suami yang meminta cerai karena tak tahan kehidupan perkawinannya yang penuh dengan tanggung jawab terhadap anak, dan si istri yang disibukkan dengan urusan rumahtangga. Ketika anak-anaknya sudah besar, si istri menjadi begitu menggairahkan dan membuatnya ingin kembali bersama lagi. Kira-kira begitulah pemikiran yang semestinya kita tanamkan di kepala kita pada awal-awal pernikahan yang memiliki anak.

Begitulah kata Pak Hussain, ditambah kata-kata dari saya, sekedar sharing bagi pasangan lain. Semoga rumah tangga kita selalu diberkahi Allah oleh cinta dan kasih sayang yang meneduhkan dikala terik dan menghangatkan dikala badai.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...