Saturday, August 27, 2011

Project book 1 - Aku belum mengantuk!

As promised, this is one of the children story written for our little project. Your critics and comments are highly appreciated. We plan to make a mock-up of with attractive pictures just like the real book. It is scheduled to be ready by 9th September 2011. If you want one copy for yourself, please leave a message under this post.

Happy reading. Hope you like it!

-------------------------------------------------------------------------------------------

Kemala senang sekali bermain. Bermain boneka, masak-masakan, mewarnai, apa saja semua disukainya.

Kemala berharap ia bisa bermain setiap hari tanpa henti. 'Andaikan aku tidak perlu tidur sehingga aku bisa bermain setiap saat', pikir Kemala.

Setelah makan malam, Kemala selalu memperhatikan ayah dan ibunya bercengkrama menonton TV berdua. Tetapi ibu selalu memintanya untuk bersiap tidur. 'Aku belum mengantuk, Bu', seru Kemala ke ibunya. 'Kenapa aku tidak boleh menonton TV sampai malam bersama Ayah dan Ibu?'.

Ibu tersenyum kecil menjelaskan pentingnya beristirahat bagi tubuh. Anak-anak harus tidur lebih banyak supaya tumbuh sehat dan kuat. 'Badanmu perlu istirahat supaya esok pagi kamu bisa bermain dengan badan yang segar dan perasaan yang senang', jelas ibu.

'Tapi Kemala mau terus bermain, Bu. Aku tidak perlu tidur, aku hanya mau bermain', pinta Kemala setengah memaksa. Ayah yang bijak memutuskan untuk mengajak Kemala berjalan-jalan di luar 'Pakai jaketmu, Sayang. Yuk kita berjalan-jalan!'. Kemala senang bukan kepalang. Dipakainya jaket kesukaannya dan topi wool buatan ibu, serta mengencangkan tali sepatunya.

Ayah menunjukkan berbagai binatang yang mereka temukan sepanjang perjalanan. Ternyata tak banyak hal yang terjadi di malam hari. 'Hampir semua binatang pun tidur di malam hari, kecuali binatang nocturnal. Mereka tidur di siang hari dan beraktifitas di pagi hari', jelas Ayah.

Kemala berjalan sambil melompat-lompat kecil. Dia melihat burung hantu bermain dengan anaknya, jangkrik, kunang-kunang yang berkelap-kelip, bahkan kelelawar yang hinggap di pohon dengan kepala di bawah.

Di perjalanan pulang, Kemala sudah merasa letih. 'Ayah, berjalan di malam hari lebih melelahkan daripada yang kukira. Pulang yuk!', ajak Kemala. Ayah tersenyum dan menawarkan apakah ia mau digendong di punggung. Kemala yang kecapaian pun akhirnya dengan cepat tertidur pulas.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...