Monday, August 15, 2011

You gotta fight for your right to PARTY!

In a life so hectic, stressfull, and full of routines like most of Jakartans, once in a while you need to press the 'pause' button. To take one step back, curb in your relaxing nest, recharge yourself, refill your energy....to party. Well, not necessary to party, just to have time for yourself.

Setiap orang punya cara masing-masing untuk beristirahat dari kesibukan sehari-hari. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang membuat Anda bahagia? Apa yang bisa Anda lakukan untuk menjernihkan pikiran? Kemana Anda suka melarikan diri dari rutinitas harian?

Jika Anda bekerja kantoran, pasti liburan adalah hal yang paling ditunggu (setelah gajian :p). Karena berada 8 jam atau lebih di luar rumah membuat Anda kurang waktu berkumpul bersama keluarga. Sehingga ketika ada peluang untuk mengambil cuti pasti tidak akan Anda lewatkan untuk berlibur bersama keluarga.

Bagi saya, seorang ibu rumah tangga yang menghabiskan 24 jam mengurus anak-anak, saya sangat menantikan 'me-time'. A time for myself, doing my own thing. Melepaskan diri sejenak dari pekerjaan sebagai ibu, istri, dan menikmati hal yang menyenangkan diri sendiri. Tidak perlu diluar rumah kok, me-time bisa saya lakukan dirumah juga. Menikmati secangkir teh sambil membaca buku, atau berinteraksi dengan sesama ibu-ibu lain di forum atau milis.

Sepertinya sepele ya, bisa dilakukan kapan saja. Tapi untuk saya sebagai ibu rumah tangga cukup susah lho menyelipkan me-time di sela kesibukan mengurus anak. Karena itu saya menjadwalkan me-time secara berkala. Dengan bantuan suami yang mengerti kebutuhan saya, me-time pun terjadwal setidaknya 2 minggu sekali.

Jangan menganggap remeh kekuatan me-time ini. Walaupun dilakukan dirumah, mengerjakan hal simple seperti long bubble bath, atau sekedar blog walking tanpa diganggu, pasti cukup untuk menjernihkan pikiran Anda yang sedang kusut. Because you have to be happy to make others happy. Kalau kita stress, kita tidak bisa menunaikan tugas kita dengan baik, anak dan suami pun bisa jadi pelampiasan stress kita. Hubungan rumah tangga pastinya bisa jadi berantakan.

Tapi ingat, fighting for a me-time bukan berarti kita melepaskan tanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi hakikat kita. Oleh karena itu penting juga untuk memilih jadwal yang tepat dan mengambil me-time sewajarnya, dan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Yang terpenting adalah tunaikan kewajiban dahulu sebelum meninggalkan anak atau suami di rumah.

Jadi kalau Anda merasa sumpek, selalu kesal dan marah-marah, susah berkonsentrasi dan cepat lelah, you might need to press you own pause button.

2 comments:

  1. Ah iya bener banget ini. Must have a me-time. Kalo enggak bisa gampang darting euy, bener gak na? *itu aku sih hehe* :p

    ReplyDelete
  2. sama vyyyyy. akupun suka dartingan. makanya harus selalu menyenangkan diri sendiri supaya anak-anak ikut happy juga ya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...