Friday, September 23, 2011

Did you just give me a middle finger?

Kemarin di perjalanan menuju pulang, Mikail seperti biasa bermain sendiri. Dia selalu meminta saya untuk melihatnya, mencari perhatian saya setiap kali dia melakukan sesuatu, apapun itu. Tiba-tiba dia meminta saya untuk melihatnya, dan saat itulah dia menunjuk-nunjukkan jari tengahnya. 'Lihat Mak!', katanya sambil berjoget-joget sambil masih menunjukkan jari tengahnya.

Saya tercengang. I know he doesn't have any bad intention and simply playing with his finger. I know if I reacted too much he might be more curious, hence doing more just to satisfy his curiosity or simply to bug me. Hati saya berpikir keras, Tingkah siapa yang dia tiru?, Darimana dia melihat kelakuan seperti itu? Tapi saya kemudian teringat seminar Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Milis sehat beberapa waktu yang lalu. Bu Rahma Paramita, salah satu pembicara hari itu beranalogi seperti ini:
"Seorang anak bertanya pada Ibunya darimana ia berasal. Ibunya yang pucat pasi mencoba menerangkan tentang bagaimana perempuan dibuahi bagaikan pohon yang ditebar benih oleh lebah, dan akhirnya tumbuh. Si anak tiba-tiba menangis 'Huaaaa, si Didi asalnya dari Sunda, si Joni dari Padang, dan akuuuu... dari lebah!"
Saya mencoba memahami tindakan Mikail berdasarkan analogi dari Bu Mita diatas.


Gambar dari sini
Saya mencoba menahan, tidak berbicara langsung setelah Mikail menunjukkan jari tengahnya. Kemudian saya mulai 'Mikail, menunjukkan jari tengah itu tidak baik', kata saya dengan datar. Saya tahu saya akan dihujam pertanyaan bertubi-tubi dari mulut kecilnya, dan benar saja, langsung saja kata 'Kok begitu?' meluncur cepat. Dari seminar yang sama, saya diberitahu untuk menjawab pertanyaan anak dengan informasi secukupnya saja, dan beri informasi lebih hanya ketika mereka bertanya lebih lanjut.

'Di banyak negara, menunjukkan jari tengah tidak baik artinya. Tidak boleh ya', lanjut saya lagi yang kemudian disusul dengan 'Kok begitu?' yang kedua. Keringat dingin mulai keluar dari tangan saya. 'Pokoknya artinya tidak baik lah, tidak bagus menunjukkan jari tengah', kata saya sekenanya. Hampir saja saya berkata 'Because I said so!' kalimat yang diharamkan oleh Bu Elly Risman, pakar Psikologi anak. Mikail bertanya lagi 'Apa artinya?'. Pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar juga.

Akhirnya saya menjelaskan sehalus yang bisa saya pikirkan 'Artinya berkata kepada seseorang Kamu Jahat!'. Saya cemas, berharap Mikail paham dan tidak ada lagi pertanyaan keluar. 5 menit, 10 menit tidak ada pertanyaan lagi, saya lega. Tiba-tiba Naznin memukul kepala Mikail, cukup keras sampai membuat Mikail marah. Dan terjadilah, Mikail menunjukkan jari tengahnya sambil berkata 'Stop Naznin, kamu jahat!'

Saya menepuk jidat, pasrah. Bagaimana kalau Anda ada di posisi saya?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...