Monday, September 5, 2011

Happy Ied Fitri - Saying it with 'cheese'

Keluarga Pak Hussain
Naznin akhirnya bisa diarahkan untuk berfoto setelah diberi kue :D
Cantik yaaa :*
Ada tradisi keluarga yang selalu dilakukan oleh keluarga saya semenjak kami masih kecil dulu. Menjelang Idul Fitri, Ibu selalu menyiapkan baju seragam lebaran custom-made, dan Bapak akan mengajak kami berfoto keluarga. Foto tersebut kemudian akan diprint menjadi kartu lebaran, dan disebarkan ke kalangan saudara dan kerabat dekat, terkadang bersama Parcel lebaran.

Semenjak Bapak tidak ada, kami sekeluarga seperti malas melanjutkan tradisi tersebut. Walaupun setiap tahunnya pasti Ibu tidak pernah absen membuatkan kami seragam lebaran. Namun rasanya seperti ada yang kurang berfoto tanpa orang yang memulai tradisi itu sendiri. Apalagi sekarang di jaman digital, dimana ucapan Selamat Lebaran disampaikan semudah mengetik pesan di dalam smartphone, dan membroadcastkannya ke semua contact.

Lebaran tahun ini, kami berniat menghidupkan lagi tradisi tersebut dan semangat berlebaran keluarga kami yang sudah lama hilang. Kami ingin berfoto bersama!

Ibu sudah siap dengan seragam lebaran yang cantik jauh-jauh hari sebelum lebaran tiba. Semua anggota keluarga diwajibkan untuk bersiap dirumah H-1 lebaran untuk berfoto di studio. Semua siap, tapi ada satu kendala. Kami tidak bisa menemukan studio foto yang buka di H-1 lebaran :D

'Bodoh sekali!', pikir saya dalam hati. Seharusnya saya sudah menelpon mencari studio foto jauh-jauh hari dan membuat reservasi. Disaat kami hampir putus harapan, untungnya Ibu masih punya back-up plan. Ternyata kami punya beberapa teman dan bahkan saudara fotografer. Terpilihlah teman dekat Andin, si Rully untuk datang kerumah dengan peralatan fotonya.

Ruang tengah rumah disulap seketika menjadi studio foto. Adik saya, Andin bertugas menjadi make-up artist yang memang dia sangat hebat di bidang itu. Saya dan Ibu terlihat superb, berbeda dari keseharian kami. Pangling deh! Mikail dan Naznin terlihat sangat cantik dengan seragam lebaran yang warnanya dipilih sendiri oleh Indra. Gusti yang tadinya tidak bisa datang pun, menyempatkan diri untuk datang. Pak Hussain yang biasanya bangun paling telat, hari itu adalah orang yang paling awal bangun! Rully, sang fotografer datang tepat di saat semua orang sudah siap untuk beraksi.

Jadi photo-session sore kemarin terbilang sukses, walau diwarnai dengan sedikit kenakalan Mikail yang ingin bergaya sesuka hatinya dan Naznin yang keletihan menerima arahan.

Meskipun hari lebaran sudah berlalu, kami tetap semangat melaksanakan tradisi yang seperti dibangkitkan kembali dari mati surinya. Kami pun sangat puas melihat hasil foto keluarga yang cantik, terbukti semua orang sibuk mengganti profile-picture social media account masing-masing :)
Sampai bertemu di photo-session lebaran tahun depan. InsyaAllah!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...