Tuesday, October 18, 2011

(every)Day at the beach

Tepat seminggu sudah perpindahan kami ke Maldives. Bukannya saya menghitung hari seperti lagu KD ya, hanya kebetulan melihat tanggal saja :)

Saya, Mikail, dan Naznin mulai menemukan pola daily activity yang pas untuk dilakukan sehari-hari. Setelah mencoba ke pantai tengah hari bolong dan pulang dengan kulit belang-belang, berjalan kaki dari ujung pulau ke ujung pulang dan pegal-pegal di kemudian harinya, now we have learned our lesson.

Patutlah jalanan kota Male' di siang hari tak seramai malam harinya. Ternyata orang-orang Maldives pun tidak suka keluar rumah di siang hari karena terlampau panas. Saya jadi ingat waktu itu ketika saya berjalan pulang pukul 11 malam setelah dining out dengan Pak Hussain, jalanan ramai dengan nelayan yang berteriak-teriak. Ternyata ada demonstrasi. Saya terheran-heran, demonstrasi tengah malam buta begini apakah ada hasilnya? Ternyata, night time in Male' is more happening than the day time.

Balik lagi ke cerita, from what I learned, the key of success of moving to a new place is that the new place should be more exciting than the previous one. Karena itu, selain dengan mengajak Mikail melakukan hal yang baru, usaha yang lain adalah menanyakan tiap pagi apa yang ingin dilakukannya. Dan jawabannya pasti sama: Berenang di pantai!

Mungkin karena tak ada hiburan lain, atau Mikail mulai tertular oleh saya, kalau dia menemukan hal yang dia suka, bisa-bisa tiap hari dia minta melakukan hal yang sama. Sejak hari pertama dia datang kesini, yang dia ingat adalah perahu dan berenang di pantai. Dan kemanapun kami pergi, laut akan menjadi salah satu dari pemandangan yang kami lihat sehingga Mikail spontan akan mengajak saya berlari menuju pantai untuk berenang.

Berbeda dengan pulau-pulau lain di negara ini, kota Male' tidak memiliki pantai. Pinggiran kotanya adalah laut dalam samudra Hindia. Untuk mengurangi impact tsunami, balok besar yang bentuknya seperti lambang mitsubishi rancangan pemerintah Jepang, diletakkan sepanjang pinggir pantai. Ada satu pantai tempat bermain warga yang dinamakan artificial beach. Seperti namanya, pantai ini adalah buatan manusia. Dibuat oleh pemerintah, dengan menguruk pasir dan mengurung area itu dengan batu-batu besar sehingga ombak yang keras tidak mengganggu anak-anak yang bermain disana.

Mikail suka sekali bermain di articial beach. Pantainya bersih, pasirnya halus, dan nyaris tak berbatu. Yah, hampir seperti kolam renang yang berbentuk pantai. Setiap sore, banyak anak-anak bermain disana untuk berenang atau hanya sekedar bermain pasir dan berjalan-jalan di pinggir pantai. Saya juga menikmati pemandangan sunset dibalik pulau airport Hulhumale yang sibuk dilalui pesawat. Sore terlihat sangat cantik dari sini.

Jadi sekarang, sebelum keluar rumah saya harus memastikan membawa wetbag, baju ganti, handuk kecil, dan sebotol air keran untuk membilas badan yang lengket terkena air laut.

We are so Maldivians now!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

2 comments:

  1. waaaahhh Nana dah di Maldives ya.. jauh skaliii huhuhuhu.. kapan ya kita bisa sampai sana.. *ngayal siang bolong.. ;D
    walaupun buatan tapi bagus ya pantainya..
    cups! buat mikail n nazneen..

    ReplyDelete
  2. iya An ini tempat plg aman buat anak. Kl pantai beneran bnyk karang kecil ngeri binatang laut yg kecil2 jg.
    Viewnya ga jauh beda ama Lombok laaaahhh :p
    See u soon Aydira sayaaang

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...