Saturday, November 26, 2011

Proudly introduce, my BIG boy!

Memasuki bulan kedua kehidupan diluar comfortable-zone kami, Mikail dan Naznin surprisingly beradaptasi lebih baik dari yang saya harapkan. Terutama pada jam tidur yang sama sekali tidak terganggu perbedaan garis waktu. They're amazing!

Problemnya adalah Mikail menunjukkan sedikit perubahan prilaku. Dia jadi cepat marah, menangis ketika orang yang baru dia kenal menggendongnya tiba2 dan berbuat kasar ketika bermain. Saya dan Pak Hussain sudah kehabisan ide setelah berkali-kali berbicara dengannya dengan cara berbeda-beda.
Sampai akhirnya 2 hari yang lalu, Pak Hussain mengajak kami berlibur ke Kuala Lumpur. Kebetulan ibu mertua harus memeriksakan kesehatan dan perlu ditemani. Saya senang sekali, tidak sabar berwisata kuliner, bertemu dengan mall yang sudah lama tidak saya lihat di kota Male'. Mikail terlihat sedikit sedih. Dia berat sekali meninggalkan teman-teman mainnya. Apalagi dimalam keberangkatan kami, sepupu dan teman main Mikail semua berkumpul melepas kepergian kami. Mikail sedih sekali sampai tidak mau pergi, walaupun saya sudah menjelaskan padanya bahwa dia akan bertemu teman-temannya ketika kami kembali nanti.

Mikail baru merasa lebih baik ketika saya memberitahukan padanya bahwa di KL dia akan bertemu teman baru, yang bisa berbahasa Indonesia!

Dan benar saja. Sesampainya di KL Mikail senang bukan kepalang. Berkali-kali dia berteriak kegirangan mendengar supir taxi, pelayan restaurant, atau penjaga toko berbicara bahasa Melayu yang sedikit-sedikit dapat dia tangkap artinya. After more than a month being in a new place where he can't understand the languange, I can really understand his excitement.

Sepuluh hari di KL, semua orang seperti melihat perbedaan significant pada Mikail. Dia lebih calm, kembali percaya diri dan ramah terhadap setiap orang, menyapa orang baru dan sangat penurut. He's back to his old self! Dan disitulah, saya yakin semua perubahan perilakunya, his little misbehavior, semua tak lain disebabkan oleh kurangnya kemampuan berkomunikasi karena perbedaan bahasa.

Mikail sangat senang berbicara dan bercerita. I think I can understand how frustrated u can be if you can't get a person to understand what you are saying for a long time. Lega sekali rasanya mengetahui sumber kekesalan Mikail setelah banyak orang meresahkan perubahan perilakunya selama di Male'. Bahkan ibu mertua saya sekarang lebih banyak bermain denganya, mungkin karena seperti mengenal Mikail lebih baik.
Saya pun tak membuang kesempatan baik ini untuk membahagiakan Mikail. Kami berkunjung kerumah teman baik saya Tya dan anaknya Alisha. Kami bermain kerumah teman saya Riezka yang kebetulan anaknya berulangtahun. Kami bermain kerumah sepupu Mikail, Sara dan Maariya. Hampir setiap hari kami menyempatkan diri bermain di playground dan bermain arcade di mall. Dan kebahagiaan dilengkapi pula dengan kedatangan Oma dan Andin, adik saya yang sudah tidak sabar bertemu kedua anak kecil ini. Mikail senang sekali.

Memasuki hari terakhir liburan, saya mulai cemas. Takut Mikail sedih dan khawatir dia mulai kembali jadi pemarah.

So i made a plan. Saya menitipkan Naznin kepada Pak Hussain dan mengajak Mikail bermain diluar sejak pagi. He can already feels something is going on but he followed whatever I said. Pagi dimulai dengan sarapan roti canai susu dan milo hangat kesukaannya. Kemudian saya mengajaknya ke salon dan we both got our hair cut. Lucu sekali duduk berdampingan di salon potong rambut bersama.

Setelah itu saya mengajaknya ke mini market dan membiarkannya memilih apa yang dia suka. Strangely after few minutes of looking around, he comes with only 1 small pack of peanuts M&M hahaha. Dan terakhir kami bermain di playground dan duduk menikmati coklat bersama. Mikail bercerita dan saya mendengarkan. It feels like really long time we haven't talked like this. No rush, no pressure, no distraction of smart phone or anything. Just relaxing and enjoying ourself in our last hours in KL.

And in that few hours, Mikail had thought me new things. Perasaan orang tidak bisa dipaksakan. Sama seperti kita tidak bisa memaksa orang untuk mencintai, kita juga tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai orang, tempat baru atau bahkan makanan tertentu. We can encourage them to try new things. Tapi pilihan untuk menyukai atau tidak adalah purely theirs to decide.

And lastly, love and respect is earned, not given. Kadang karena rutinitas dan kesibukan kita sehari-hari kita lupa untuk mendengarkan dengan hati, atau bahkan untuk mengenal anak kita lebih dekat. Hargai anak dan perlakukan mereka sebagaimana kita mau diperlakukan. Luangkan waktu, dengarkan dan bermainlah lebih sering dengannya. Respect them and they will respect you. Listen to them and they will listen to you. Be there for them and they will be there for you in the future.

So now I can proudly introduce you...my big boy, my best buddy, Mikail!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...