Friday, December 23, 2011

Teaching Gratitude - Counting blessings

Semalam Mikail tidak bisa tidur sampai pukul 12 malam. Sedih katanya. Ketika ditanya sedih kenapa, dia bilang karena temannya memukul Naznin siang sebelumnya ketika bermain bersama.

Saya tersenyum sambil menawarkannya pelukan. Walaupun saya tidak yakin itu alasan tidak bisa tidurnya, saya tetap bangga karena dia mulai merasa ingin menjaga adiknya. Sambil digendong, Mikail mulai menangis tersedu-sedu sambil menceritakan bagaimana sedihnya ia ketika temannya itu memukul Naznin sampai menangis. Sesekali dia berkata 'Aku sedih sekali, Ma'.

Di umur Mikail yang hampir 4 tahun, dia memang mulai menunjukkan beragam emosi yang munculnya kadang stabil kadang meledak-ledak. Amarah lama yang muncul dalam mimpi, kadang menjadi night-terror yang membuatnya berteriak-teriak di waktu malam. Sedih dan kesal adalah emosi baru yang sudah mulai bisa diceritakannya dan ditunjukkan lewat raut muka kecilnya. Walau kadang alasannya masih belum  jelas, namun dia sudah mulai mengidentifikasi dan membedakan rasa sedih, kesal, dan marah.

Ada hal baru yang saya perkenalkan kepada Mikail ketika dia sedih, yaitu menghitung 'happiness'. Karena dia suka sekali menghitung, Mikail pun mulai tertarik ketika saya mulai mengajaknya menghitung 'happy things' yang dialaminya dalam satu hari. Bukan hanya itu, saya mengajaknya menghitung pula rasa sedih yang dirasakannya dalam satu hari dan membandingkannya dengan 'happy things' tadi.

Dalam menghadapi suatu masalah, terkadang kita menjadi sedih atau kesal yang berlebihan sampai tak tahu harus berbuat apa. Kadang kita lupa bersyukur yang sebenarnya adalah pokok dari kebahagiaan. Kita lupa bahwa seringnya kesedihan dan kekurangan yang kita dapati, tidak seberapa dibandingkan dengan kebahagiaan dan semua nikmat yang Allah telah berikan kepada kita sekeluarga. Ketika kita kesal dikala pekerjaan kita terlalu berat, kita lupa berapa beruntungnya kita dibandingkan banyak saudara-saudara kita yang lain yang bahkan tidak punya pekerjaan dan tidak bisa membeli makanan untuk anak-anaknya. Ketika kita marah kepada assisten RT yang tidak sengaja menyetrika baju hingga bolong, kita lupa berapa banyak orang di jalanan yang hanya memiliki satu helai baju yang dipakai berhari-hari tanpa diganti.


Gambar dari sini

Bersyukur adalah kunci kebahagiaan, yang sepertinya simple, tapi susah sekali diterapkan dalam keseharian. Dan saya sangat berharap konsep bersyukur ini akan terus dijunjung Mikail sampai ia dewasa.

Walaupun masih memasang muka sedih, Mikail mulai memikirkan kejadian-kejadian dan meraba-raba perasaannya satu hari kemarin. Here's what he came up with:
        
                           1. Makan sate ayam - Happy
                           2. Melihat bayi tante Sheila - Happy
                           3. Ketemu Agath, teman baiknya - Happy
                           4. Bermain di playground - Happy
                           5. Agath (tidak sengaja) memukul Naznin - Sedih
                           6. Mencoba mobil polisi listrik - Happy
                           7. Makan cumi goreng - Happy
                           8. Diantar Agath sampai rumah - Happy
                        
Jadi ketika dijumlah, lebih banyak happy daripada sedih, saya mulai menjelaskan. Walau belum mulai tersenyum, tapi Mikail sudah mulai memikirkan kata-kata saya. 'Tapi aku masih sedih, Ma', katanya. Sekarang saya mulai mengajaknya menutup mata dan merasakan kembali perasaannya ketika bahagia. Mencoba mengingat serunya mencoba menyetir mobil polisi listrik, yang dipandunya laju hingga hampir menabrak kedai jualan orang. Mikai mulai tersenyum kecil. Saya ajak lagi dia menutup mata merasakan bahagianya bertemu Agath, temannya, setelah 3 bulan tidak bertemu. Bermain bersama di playground sampai tempat itu tutup. Senyum Mikail bertambah lebar. Dia turun dari gendongan saya dan naik ke tempat tidur, tanpa saya minta!

Sebelum tidur, saya kembali memeluknya. Mengajaknya bersyukur kepada Allah karena telah banyak memberikan nikmat bahagia kepada keluarga kami. Mengatakan betapa bangganya saya kepadanya karena sayang dan menjaga Naznin dengan baik. Hening. Mikail mulai terlelap. Tiba-tiba dia bangun lagi dan berkata 'Ada lagi Mak, nomer 9, makan yogurt, happy. Dan nomer 10, nonton tv, happy!'. Saya tertawa kecil, tak tahan memeluknya kencang sambil menciuminya berkali-kali.

1 comment:

  1. Alhamdulillah,Mikail udah maafin Agath yaa,ga sengaja bikin ade Naznin jatuh,hehehe...Agath jg mulai skrg mau bugie ajarin menghitung kesenangan dan kesedihan aahh..we love u Mikail+Naznin *kecups*

    Agath dan Bugie

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...