Monday, January 16, 2012

Mikail 1st day at (real) school

Mikail sudah mulai diperkenalkan dengan sekolah sejak usia 16 bulan. Saat itu rekan saya satu kantor di daerah TB. Simatupang, Dian Hartiningsih, memutuskan untuk resign dan membuka sekolah sendiri yang bahkan anaknya pun bersekolah disana. Saya jadi ikut-ikutan menyekolahkan Mikail disana, padahal banyak yang mencibir menakuti, takut nanti besarnya malah bosan sekolah. Tapi justru Mikail jadi cepat berbicara dan lebih aktif sejak bersekolah.

Karena kehidupan kami yang berpindah-pindah, sekolah Mikail pun jadi ikut berpindah-pindah. Dari sekolah Kirana milik temen saya tadi, Mikail sudah merasakan sekolah Modern Montessori Indonesia di Cikini, Wiggle Jiggle Kinderfield di Sudirman Park, dan Bimba AIUEO. Yang terakhir disebutkan akan saya review di lain post, sekolah yang membuat Mikail membaca, menulis dan mewarnai dengan sukarela. Luar biasa!

Setelah Pak Hussain dan saya memutuskan untuk pindah ke Maldives, kami langsung mendaftarkan Mikail di sekolah International di kota Male'. Sebenarnya semua sekolah di Maldives berbahasa Inggris loh. Lalu kenapa skolah International? Karena kami berharap murid-murid disana semua berbahasa Inggris sehingga Mikail mudah berkawan. Dan akhirnya setelah mencoba ke banyak sekolah yang kebanyakan sudah penuh, Mikail akhirnya diterima di Kangaroo Kids school di kelas Junior Kindergarten.

Malam sebelum hari pertama sekolah dimulai, Mikail sibuk mencoba seragam dan memamerkannya kepada semua orang di rumah. Hari pertama weekdays disini adalah hari Minggu, perlu beberapa waktu bagi saya untuk mengingat bahwa Minggu bukanlah hari libur hahaha. Dan di pagi harinya, saya dan Mikail pun siap untuk sekolah. Ibu saya yang kebetulan ada di Male' pun ikut mengantarkan Mikail di hari pertamanya. Pasti beliau bangga sekali pada Mikail. Adek Naznin pun tak ketinggalan ingin ikut juga.


Jarak antara sekolah dan rumah terbilang dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Walaupun begitu, kami memilih untuk pergi dengan taxi supaya lebih cepat sampai.

Seperti yang kami perkirakan sebelumnya, Mikail merengek minta saya ikut masuk ke dalam kelas. Perlu sekitar 15 menit untuk membujuknya. Walaupun tetap memasang wajah sedih, Mikail pun mau masuk ke kelas dan mulai berinteraksi dengan teman sekelasnya. Sekolah dimulai dari pukul 8 sampai 11 pagi, dan selama itulah kami menunggui Mikail dari ruang tunggu.



Belajar di kelas
Bermain dengan teman

Naznin juga ingin bersekolah

Tapi melihat wajah cerianya ketika keluar kelas dan melihat kami disana, saya tak keberatan menungguinya lagi keesekoan harinya. Well, at least until he says stop ;p

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...