Tuesday, February 7, 2012

Hati-hati menulis status di social media!

Pasti sering kan baca status teman di facebook yang membuat dahi mengernyit, sambil dalam hati berpikir 'maksudnya apa sih nulis begitu?'. Pasti sering juga kesal melihat status teman di Blackberry messenger yang terus menerus diupdate seakan seluruh dunia harus tahu apa yang sedang dilakukannya setiap saat. Atau jangan-jangan suka mentertawakan dalam hati teman yang di statusnya sedang sial, ayoo ngaku.

Social media memang tempat paling digandrungi, bukan cuma anak muda seperti kita (saya juga ya hehe), bahkan orangtua kita pun masing-masing punya account facebook dan twitter sendiri. Sekedar untuk berhubungan dengan teman-teman lama, mencari teman baru, dan tempat curhat tak kenal waktu. Serunya lagi, kita tidak perlu repot-repot keluar rumah menerjang kepadatan traffic jakarta untuk bertemu seseorang untuk curhat, cukup mengupdate status di social media, dan hampir setengah dari beban pun tertumpahkan.

Seringnya, curhat di social media ini membuat ketagihan. Beberapa orang seperti meng-abuse social media, atau lebih tepatnya meng-abuse teman-teman yang melihat statusnya, menuangkan semua isi hatinya semaunya. Tak tanggung-tanggung, mengupdate status dari mulai bangun tidur, menginformasikan menu sarapan, jadwal harian, sampai menyapa sebelum tidur malam :D 

Kalau ada pepatah yang bilang 'Mulutmu adalah harimaumu', mungkin di jaman sekarang bisa beradaptasi menjadi 'status social mediamu adalah harimaumu'. Mengapa tidak? Dari cara seseorang menggunakan social media kita bisa melihat kebijaksanaan orang tersebut. Ada orang yang kerjanya memaki terus di twitter dan facebooknya, ada yang selalu sedih tak kenal waktu, ada yang selalu putus asa, ada yang menjelek-jelekkan orang lain terus, bahkan ada yang bergosip terang-terangan seakan yang digosipkan tidak bisa membacanya. Ada riset terbaru yang dikeluarkan oleh Association for Psychological Science yang menunjukkan bahwa:
'Menuliskan status negative di facebook akan membuat kita semakin tidak disukai orang di kehidupan nyata'
Di journal tersebut juga dikatakan bahwa banyak orang, terutama yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, menganggap facebook sebagai tempat curhat yang aman. Mereka tidak percaya diri untuk berbicara pada orang lain, dan memilih menuliskannya di facebook. Tetapi semakin mereka menuliskan hal yang negatif, semakin orang membenci mereka di dunia nyata.

Gambar dari sini


Jadi, jangan senang dulu kalau ada orang berkomentar di status social media Anda. Boleh jadi apa yang dituliskan dengan apa yang sebenarnya dirasakan oleh penulis komen tidak sama. Keuntungan kita ketika berbicara langsung dengan seseorang, dengan mudah kita membaca isi hatinya dari gerak-gerik bahasa tubuhnya. Seperti ketika seseorang merasa bosan sewaktu kita terus menerus membicarakan kehebatan kita, atau ketika seseorang tidak tulus mengucapkan prihatin ketika kita tertimpa musibah. Di social media, dimana kita tidak bisa melihat raut muka dan bahasa tubuh lawan bicara, kita harus lebih berhati-hati.

Because people don't judge your personality by your appearance anymore, but by your social media status :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...