Thursday, February 9, 2012

Lets give peace another chance in Maldives

Pagi ini Maldives menangis, deras sekali. Seakan tangis yang dipendam berminggu-minggu akhirnya tak tertahankan lagi. Bagai kesedihan yang tak terbendung, meluap keluar tanpa penahan. Hujan pagi ini terasa syahdu, mengiringi orang-orang yang memulai aktifitas pagi, meski dia juga punya misi. Entah untuk menghapus jejak bekas keributan kemarin, menghapus air mata warga yang tak sanggup melihat kekerasan di negerinya, atau mungkin hanya sekedar untuk mendinginkan hati penguasa yang masing-masing dipenuhi amarah.

Maldives adalah salah satu negara teraman di dunia, dimana tempat yang tidak aman mungkin dibawah pohon kelapa, takut kejatuhan buahnya. Bagi warga negara pencinta damai ini, dua hari kerusuhan kemarin sangatlah menyesakkan dada. Ratusan orang memenuhi alun-alun kota, memaki-maki satu sama lain, saling melempar tak tentu tujuan, polisi dan militer ikut turun ke jalan meramaikan kerumunan entah mana pihak yang baik dan yang jahat. Dan puncaknya di hari Selasa 7 February 2012, presiden pertama yang dipilih dengan demokrasi akhirnya menyerahkan jabatannya, disingkirkan pemilihnya sendiri.

Mohamed Nasheed announces his resignation as President on February 7, 2012
Pic from Haveeru

Sehari setelahnya, ketika semua orang berpikir keadaan sudah aman, kerusuhan kembali terjadi di siang hari. Seisi negeri seperti tersentak, sadar bahwa yang terjadi kemarin seperti rekayasa politik. Yang terjadi sebenarnya adalah coup d'etat (kudeta) yang direncanakan matang oleh partai oposisi yang menginginkan kekuasaan mereka kembali. Mantan Presiden Nasheed yang mengumumkan bahwa beliau dipaksa mengundurkan diri dengan ancaman senjata di mukanya, mengajak seluruh pendukungnya turun ke jalan. Kemarin, lebih hebat dari hari sebelumnya, ratusan warga di ibukota dan pulau-pulau lainnya berbaku-hantam dengan polisi dan militer yang sudah dinodai oleh partai oposisi yang haus kekuasaan.

Pic from Haveeru

Pic  from Haveeru

Berpuluh-puluh orang luka parah, polisi dan militer memukul pendukung Presiden Nasheed bagai menghalau nyamuk dengan batonnya. Semua media dipaksa bungkam, rekaman langsung kejadian disita polisi, dan media yang membangkang diancam tutup. Pemuda yang tidak mau tinggal diam sibuk menyiarkan video amatir dan berita terkini lewat facebook dan twitter mereka. Ini duka nasional, dan semua orang ingin menghentikannya.

I don't understand politic, and i never understand how politician works. Entah siapa yang benar di skenario politik ini, entah mana yang rekayasa atau realita. Yang pasti kekerasan tidak pernah berujung keindahan, hanya menyakiti dan membawa kesedihan.

Pagi ini Maldives menangis. Deras sekali. Membasahi negeri yang berduka. Berharap dua hari kemarin hanya mimpi buruk yang akan hilang bersama rintik hujan. Semoga kedamaian kembali tercipta, di negeri ini dan di seluruh dunia. Let's give peace another chance...

Read also:
http://uglyy.blogspot.com/2012/02/reign-of-terror-in-maldives.html
http://www.haveeru.com.mv/news/40146

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...