Thursday, March 29, 2012

Is it time to say goodbye to daytime nap?

Pukul 1 siang, Mikail yang biasanya mengantuk setelah makan siang terlihat ceria sambil masih sibuk bermain. Berkali-kali saya ajak bermain di kamar sambil bersiap tidur siang, tapi berkali-kali juga dia mengatakan kalau dia tidak mengantuk sama sekali. Waduh, apakah Mikail sudah tidak perlu tidur siang lagi?, batin saya. 

Memang kebanyakan sepupu Mikail dan hampir semua teman bermain Mikail sudah meninggalkan tidur siang di usia 3 tahun. Bahkan kakak ipar saya malah mempertanyakan apakah kebiasaan tidur siang Mikail di usianya yang sudah 4 tahun ini tergolong normal. Menurut saya, Mikail masih perlu tidur siang karena biasanya Mikail selalu marah-marah tanpa alasan di sore hari apabila dia merasa capek dan ngantuk. Dan tidur siang merupakan solusi terbaik untuk mengurangi tantrumnya.



Dimulai di pertengahan bulan Maret, tanggal 15. Hari itu adalah hari pengambilan raport sehingga sekolah diliburkan. Kami memutuskan untuk mengunjungi museum yang sudah sejak lama kami kagumi struktur bangunannya. Sepulang dari museum, teman Mikail datang bermain ke rumah. Sepanjang siang, Mikail sibuk bermain dan berlarian bersama temannya. Tak terasa, hari sudah sore dan jam tidur siangpun terlewatkan. Saya sama sekali tidak protes, karena ternyata pukul 7 malam, Mikail sudah mulai mengantuk dan mengajak saya ke kamar untuk bersiap tidur. Bagus sekali, pikir saya. Dengan jadwal tidur baru ini, saya bisa punya lebih banyak waktu dengan Pak Hussain di malam hari, dan Mikail bisa bangun lebih awal untuk pergi ke sekolah.

Hal ini berlangsung beberapa hari dan saya mulai menikmati jadwal baru yang lebih menguntungkan buat saya. Suatu waktu, kami pergi memancing bersama teman-teman sesama WNI yang tinggal di Male' juga. Sementara Naznin sempat tidur siang 2 kali walau suasana ramai sekali, Mikail terlihat aktif sekali menikmati waktu bermain bersama teman-temannya. Di hari berikutnya pun begitu, setelah makan siang Mikail lebih memilih untuk menonton TV atau bermain sampai sore. Saya pun membiarkannya, karena yakin dia sudah cukup besar untuk meninggalkan tidur siangnya.

Sebuah artikel di parents.com mengatakan bahwa anak biasanya meninggalkan tidur siang di usia 5 tahun atau bahkan lebih awal. Hal itu normal, tapi pastikan anak mendapat cukup tidur malam, paling tidak 10-12 jam sehari. Perhatikan juga tanda kesiapan anak, jangan sampai anak lelah dan kurang tidur. Tanda kesiapan anak untuk meninggalkan jam tidur siangnya, antara lain:
- Anak menolak tidur siang dan selalu resah tidak mau tidur 
- Apabila tidak tidur siang, anak tidak mengalami 'melt-down' atau tantrum di sore hari karena kecapaian
- Apabila tidur siang, anakjadi kesulitan tidur di malam hari

Saya memanfaatkan jadwal baru ini untuk menambahkan aktifitas Mikail di siang hari. Les gitar pun saya coba sebagai aktifitas setelah sekolah, karena sebentar dan Mikail juga menyukainya. Kelas yang dimulai pukul 3 saya rasa pas untuk Mikail. Makan siang pukul 12, istirahat dan bermain selama 2 jam, dan kemudian bersiap untuk menuju les gitar yang kebetulan bertempat di sekolah juga, pukul 2.30 siang. Hari pertama terbilang lancar, setelah 1 jam kelas gitar Mikail masih segar dan menikmati waktu bermain tanpa rasa capek. Senang sekali melihatnya.

Seminggu berlalu dan Mikail seperti menikmati extra playtime di siang hari tanpa harus dihentikan oleh keharusannya tidur siang. Saya pun menikmati waktu luang tambahan di siang hari, ketika Naznin tidur siang dan Mikail sibuk bermain sendiri. Sampai suatu hari ruang tamu terdengar sepi tanpa suara. Dan benar saja, saya mendapati Mikail tertidur di ruang tamu sambil memegangi mobil mainannya. Saya tersenyum kecil menggendongnya ke kamar. Well, maybe he still need a nap afterall :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...