Wednesday, May 9, 2012

Buruknya konsumsi Gula pada anak-anak (dari Pak Wied Harry)

Pak Wied Harry adalah seorang ahli gizi, salah satu pencetus pola makan Food Combining. Penulis buku pola makan seimbang, resep makanan sehat untuk anak dan dewasa. Dan seorang contoh teladan hidup sehat yang perlu ditiru.


--------------------------------------------------


GULA DAN ANAK-ANAK
https://www.facebook.com/wiedharry

MESKIPUN tampaknya tidak berhubungan, makan kembang gula dlm jumlah banyak ternyata memunculkan perilaku nakal serta kurang memperhatikan. Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Yale menunjukkan setelah beberapa jam dlm keadaan normal, anak-anak yg makan banyak sekali gula-gula dalam keadaan perut kosong, menyebabkan sindroma seperti shakiness (WH: sulit diam, selalu bergerak), gelisah, terlalu bersemangat, dan sulit konsentrasi akibat tubuh memproduksi hormon adrenalin dlm jumlah sangat banyak. (NYT/NOW/Harry Suryadi)

Dlm berbagai penelitian terungkap adanya hubungan antara pengeroposan tulang (osteoporosis) dg pola makan banyak gula sejak usia muda. Gula bisa mengganggu keseimbangan mineral dlm tubuh, tak terkecuali fosfor dan kalsium, yg merupakan komponen penting tulang.

Penyakit lain akibat tingginya konsumsi gula, di antaranya asma, batu empedu, Candida albicans (jamur yg tumbuh berlebihan dlm tubuh), sariawan, penyakit pankreas (cystic fibrosis), penyakit kulit (dermatitis dan psoriasis), serta kanker.

Agar gula tak jadi lawan bagi tubuh anak-anak, ada beberapa hal yg dapat dilakukan:
1. Jangan membiasakan anak mengonsumsi makanan-minuman manis. Usahakan ini dilakukan sedini mungkin sejak anak lahir.
2. Jangan dibiasakan membeli kudapan manis, spt permen, cokelat, es krim. Bukan berarti tak boleh sama sekali, tp orangtua hendaknya membatasi jumlah dan frekuensi mengonsumsinya.
3. Hidangkan makanan berserat yg tak kelewat manis sbg kudapan di rumah, spt pisang rebus, talas tebus, ubi rebus. (WH: Dg sedikit kreativitas, kudapan ini bisa disajikan lebih trendi agar sesuai minat anak-anak. Misalnya sbg bruschetta ubi: potong melintang 1 cm ubi kukus, beri topping sesukanya (a.l. cincangan udangan), taburi keju mozarella serut, kemudian dipanggang sebentar dlm oven sp keju meleleh.)
4. Hindarkan anak-anak dari makanan-minuman mengandung pemanis buatan.
5. Hindarkan anak-anak dari minuman ringan (soft drink).
6. Jangan biasakan anak-anak ngemil kudapan manis saat menonton TV atau video.
(Audrey Luize, dokter alumnus Universitas Airlangga Surabaya)

Sumber: Buku *Sehat Pangkal Cerdas*, Penerbit Kompas


ULASAN WIED HARRY:
Gula (sukrosa) – baik berupa gula pasir, gula kastor, gula batu, gula kubus, gula karamel (brown sugar), maupun gula merah (gula jawa, gula bali, dll), gula palem/gula semut – termasuk bahan makanan tidak bersahabat. Selain penjelasan di atas, gula jg bersifat adiktif (bikin ketagihan), sehingga kita sulit berhenti makan-minum manis atau akan nagih makanan-minuman manis di lain kesempatan. Demi kesehatan anak, kita wajib membatasi anak-anak mengonmsumsi gula sejak usia dini. Bahkan, tanpa asupan gula pun, sesungguhnya tubuh kita sudah bisa mendapatkan gula dari hasil penguraian asupan karbohidrat, protein, maupun lemak.

Namun langkah utama adalah merombak total pola makan keluarga. Jangan mengharapkan anak-anak akan mau membatasi asupan gula dan/atau makanan-minuman manis jika orangtuanya tidak memberikan teladan. 

1 comment:

  1. alhamdulillah di point soft drink, anak-anak saya aman :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...