Saturday, July 21, 2012

LIFE is more FUN if shared - Our English FUN Class


Semenjak kami pindah kembali ke Jakarta bulan Juni 2012 lalu, rumah kami selalu ramai didatangi anak-anak tetangga untuk bermain bersama Mikail. Mikail memang anak yang cukup supel, sejak kecil dulu dia tidak betah tinggal di rumah saja, dan memilih untuk berjalan-jalan sekeliling lingkungan tempat tinggal kami, memasuki rumah tetangga, dan mengajak main setiap anak yang dia temui. Saya yang tadinya cuek terhadap tetangga, jadi lebih mengenal mereka satu persatu karena tingkah Mikail.

Kali ini, semakin banyak anak-anak bermain kerumah kami. Mungkin karena Mikail semakin besar, semakin banyak permainan yang bisa dilakukan bersama teman, dan sikapnya yang juga ramah dan tidak pilih-pilih teman. Beberapa anak suka datang kerumah justru bukan ingin bermain namun hanya senang duduk-duduk di rumah kami memperhatikan kelakuan Mikail sehari-hari. Dan anak-anak ini bukan hanya datang sejam dua jam, terkadang hampir setengah hari hanya berkumpul di rumah menonton TV, dan bersenda gurau.

Terinspirasi oleh kawan baik saya Imelda Naomi, perempuan berjiwa seni yang membuka kelas menulis, bahasa perancis, dan kelas seni untuk anak-anak, saya pun mulai berpikir ke arah yang sama. Pasti menyenangkan bila saya membuka kelas Bahasa Inggris untuk anak-anak ini. Dan ternyata ide saya disambut meriah oleh anak-anak.

Berbekal ilmu yang tidak seberapa, ditambah dnegan puluhan jam menyambangi internet untuk mencari ide-ide segar, kelas gratis ini pun dimulai Senin lalu 16 Juli 2012 dengan jumlah kehadiran anak 10 orang. And the FUN begins!


Daftar kehadiran siswa kelas

Kelasnya kami namakan English FUN Class, karena kami ingin bersenang-senang sambil belajar bersama anak ini. Kami yakin mereka pasti penat dijejali dengan pelajaran yang mereka yang didapat di sekolah, dan kami tidak berniat menjejali mereka lebih banyak lagi. Instead, we want them to feel happy while learning a bit of new things everyday. No high expectation, no marks, no pressure!

Anak-anak tidak dipaksa untuk mengikuti pelajaran, dibolehkan bermain keluar ketika mereka bosan, dan dibolehkan pulang bila mereka mau. Dan selama 5 hari kelas berjalan, semua anak memilih untuk mengikuti pelajaran dengan antusias dari awal sampai akhir :)

 

Untuk menceriakan suasana belajar, metode yang dipakai pun dibuat berbeda dengan metode belajar tradisional yang digunakan di sekolah. Di kelas yang berdurasi 2 jam di sore hari ini, anak-anak diajak berpartisipasi dalam permainan yang dibuat sesuai dengan tema pelajaran pada hari itu. Tema pelajaran pun dibuat berbeda setiap harinya, sambil sedikit-sedikit mengulang materi pelajaran sebelumnya dengan 'Quick Quiz'.


Hari Kamis adalah hari kesukaan anak-anak karena mereka akan diajak bermain dan memasak di 'Fun Cooking Class. Semua bahan dan materi yang digunakan dapat ditemukan di rumah, dan anak-anak pun dapat menerima segala keterbatasan yang kami miliki.


Di akhir minggu, jumlah anak-anak yang mengikuti kelas kami menjadi 14 orang. Mikail dan Naznin terkadang ikut membantu mempersiapkan dan menjalankan kelas. Kegiatan ini meningkatkan empati mereka, mengajarkan mereka untuk membangun komunitas yang positif, dan mengajak mereka untuk berteman dengan segala jenis kalangan.

Membuka kelas anak tidak sesulit yang saya banyangkan. Anak-anak pun tidak perlu didisiplinkan dan dipaksa untuk mendengarkan, yang membuat kita sulit mengontrol kelas. Biarkan kelas berjalan dengan menyenangkan, dan anak akan mulai tertarik untuk mengikuti tanpa dipaksa.

If you are interested to know about the program, please follow our daily teaching reports in this blog under the label 'EnglishClass'. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...