Sunday, July 22, 2012

REVIEW: Mulih Ka Desa, Garut, Jawa Barat

Liburan bulan Juni lalu kami memilih untuk mencoba menjelajah kota Garut. Kami sering mendengar tentang kota Garut dari kawan sesama ibu dan di review perjalanan yang kami baca di media. Dan pada liburan kali ini, kawan baik Mikail, Agath yang tinggal di Bandung pun ikut serta. 

Perjalanan kami mulai dari kota Bandung dengan menyewa mobil APV seharga Rp. 300,000 per 24 jam. Kota Garut dapat ditempuh dari kota Bandung dalam 2-3 jam saja. Jarak tempuh yang jauh sama sekali tidak terasa oleh kami karena terlalu bersemangat. Selain itu, sebetulnya kami tertidur sepanjang perjalanan :D

Hotel Mulih Ka Desa ini terletak berdekatan dengan Kampung Sampireun, resort Honeymoon yang terkenal itu. Bedanya, resort yang cukup mahal itu bintang 5, dengan fasilitas lengkap dan mewah. Sedangkan Mulih Ka Desa termasuk hotel bintang 3. Meski begitu, fasilitas di hotel ini tak kalah kualitasnya. Dan yang paling menyenangkan, hotel ini menyediakan banyak aktifitas untuk anak dan keluarga. 

Kami sampai di sore hari Kamis yang cukup teduh. Pandangan kami dimanjakan oleh suasana semi pedesaan yang sangat menyenangkan. Pepohonan rindang, saung-saung tempat beristirahat yang dikelilingi sawah yang terkotak-kotak dengan rapih. Semua yang ada disana terbuat dari bambu, benar-benar seperti di desa. Lokasi hotel yang terletak agak di atas juga menyajikan pemandangan pegunungan yang menakjubkan. 

Menuju ke kamar, melewati tengah-tengah sawah yang pohon padinya mulai meninggi. Kamar kami pun terbuat dari bambu di atas sawah. Interior kamar bersih dan rapih dengan fasilitas standard. Kamar dan ruang mandi cukup luas untuk sekeluarga. Kami tak ingin menghabiskan masa berdiam di dalam kamar. Kami pun berkeliling bermain di playground yang cukup luas, makan di saung-saung, memancing, bermain flying fox, dan mencoba semua permainan tradisional yang diletakkan di lapangan seperti enggrang dan menyebrang bambu goyang. Tak puas-puas Mikail bermain sampai matahari terbenam.

Kamar standard di atas sawah. Cukup besar untuk 1 keluarga

Kamar yang lebih besar
Playground, di sampingnya juga ada lapangan tempat bermain yang luas
Saung tempat makan

Keesokan harinya kami bangun pagi-pagi sekali dengan satu tujuan...memandikan kerbau! Kerbau yang sudah bangun lebih pagi dari kami sudah menunggu untuk diajak bermain. Pak Obar, yang juga sudah menunggu kami langsung membawa kami menuju tempat pemandian kerbau. Namun, Mikail yang tadinya excited tiba-tiba menjadi sangat terkejut mengetahui bahwa dia harus masuk ke dalam kolam kotor yang airnya kecoklatan penuh lumpur di bawahnya. Saya tergelak melihat muka jijiknya. Anak kota ini tak mau sedetikpun memasukkan kakinya ke kolam atau menyentuh airnya. Namun akhirnya mukanya kembali ceria menaiki kerbau yang bersedia diduduki punggungnya tanpa mengeluh.

Mikail menjerit ketakutan masuk ke kolam kotor

Saya tak berharap banyak pada kegiatan selanjutnya, menanam padi. Jangankan mencoba menanam padi, memasukkan kaki ke ladang sawah pun dia bergidik. Sepertinya tinggal di perkotaan membuatnya jauh dari alam. Saya sudah mulai merencanakan untuk berlibur ke Garut lagi untuk memaksanya bermain lumpur dan mandi di sungai :D

Anak-anak pengunjung hotel yang sibuk belajar menanam padi
Untuk liputan jalan-jalan di Garut, tunggu di post selanjutnya ya. Selamat berlibur!

Mulih Ka Desa
Jl. Raya Samarang, Kamojang, Garut 44161
Telepon: 0262-4704477
Email: info@mulihkadesa.com
Website: http://mulihkadesa.com/

Harga kamar: mulai Rp. 350,000/malam
Harga makanan di restaurant: berkisar antara Rp. 15,000

2 comments:

  1. itu harga kamar 350rb utk yg standar ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kamar standard yg di foto pertama, 350rb/malam viewnya sawah. Kamar yg lebih besar 450rb, view pegunungan.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...