Wednesday, September 19, 2012

Serunya bermain di Museum Layang-Layang (Indonesian Kita Museum)



Hari Senin yang lalu, kelas Mikail berstudi wisata ke Museum Layang-Layang. Saya sudah sering mendengar tentang tempat ini di Liburananak.com dan berbagai review dari ibu-ibu yang pernah kesana juga. Hingga saya akhirnya dengan sukacita mencalonkan diri ketika diajak untuk menjadi volunteer pendamping guru. Akhirnya kesampaian juga ke museum ini.

Dan ternyata memang museum ini lebih seru daripada yang saya bayangkan sebelumnya. Museum yang dimiliki Ibu Endang Ernawati ini didirikan pada tahun 2003 karena kecintaan beliau terhadap Layang-layang. Beliau banyak mengikuti festival Layang-layang di dalam dan luar negeri dan menjuarai berbagai kompetisi Layang-layang juga. Luar biasa ya! Semoga banyak yang terinspirasi untuk membuat hal serupa bagi kesenian Indonesia yang lain. Jangan sampai, karena tidak ada yang peduli, kesenian dan budaya kita lagi-lagi direbut dan diakui negara lain, ya.

Tiket masuk ke dalam museum adalah Rp. 10,000. Untuk melakukan beragam aktifitas seperti melukis layang-layang, melukis patung keramik, melukis kaos, melukis payung, dan belajar batik (minimal 10 orang), pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 35,000-50,000.

Suasana museum Layang-layang berbeda dengan museum yang lain. Teduh dengan banyaknya pohon rindang, ceria karena terlihat warna-warni disetiap sudut pekarangan museum. Setelah gerbang depan, pengunjung disajikan warna-warni batu jalan setapak yang berlukiskan layang-layang berbagai rupa. Tak ketinggalan dinding yang dipenuhi ucapan terimakasih dari anak-anak yang pernah mengunjungi museum. Cantik!

Dinding penuh ucapan terimakasih anak-anak

Kemudian anak-anak diajak untuk melukis layangan yang nantinya bisa mereka bawa pulang dan mainkan. Kualitas layang-layang pun tidak sembarangan. Layangan terbuat dari bahan parasit yang dijahit rapih dengan rangka bambu dan plastik yang kuat. Gulungan talinya bukan dari kaleng bekas, tapi dari bahan plastik dengan design yang mudah dipegang anak-anak. Belakangan setelah acara berakhir dan layang-layang buatan mereka dibagikan, ternyata layangan sudah dijahitkan buntut panjang yang menjadikannya lebih istimewa. Impressive!

Melukis layang-layang

Layang-layang dijemur setelah dilukis

Koleksi layang-layang museum pun beragam. Anak-anak diajak berkeliling museum, melihat layangan dari berbagai penjuru negara, dari berbagai bahan; kertas, kulit kayu, sampai daun pisang. Bentuk dan ukuran layangan pun beragam, dari yang sekecil gantungan kunci sampai yang besar seperti delman atau replika rumah! Anak-anak sampai terkagum-kagum melihatnya.


Berbagai bentuk layangan di Museum Layang-layang

Di akhir acara, pemandu museum mengajak anak-anak untuk menyaksikan video sejarah dan kompilasi pertandingan layang-layang dari segala penjuru dunia. Layang-layang yang hanya kita kenal sebatas permainan anak, ternyata merupakan kesenian tak ternilai harganya bagi sebagian orang lain. Dan beruntung bagi anak-anak Indonesia, masih ada segelintir orang seperti Ibu Endang Ernawati yang peduli untuk menyebarkan ilmu dan budaya layang-layang, yang kalau tidak disimpan pasti akan hilang tergerus jaman. 

Yuk mari, kita ajak anak-anak kita belajar layang-layang di Museum Layang-Layang Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget