Saturday, October 27, 2012

Teaching Empathy through Social Activity

Ada banyak cara untuk menumbuhkan Empati. Buat saya, menumbuhkan rasa empati ini penting sekali untuk Mikail dan Naznin agar mereka tumbuh menjadi orang yang peduli ketika mereka dewasa nanti. Karena manusia terbaik adalah mereka yang membawa manfaat bagi sesamanya. Bayangkan, binatang sekecil apapun diciptakan Allah dengan manfaat, alangkah meruginya bila manusia tidak memberi sebarang manfaat di masa hidupnya.

Alhamdulillah kami diberi banyak kesempatan untuk mengenalkan 'sisi lain' dari dunia anak-anak yang indah kepada Mikail dan Naznin dengan berbagai cara. Sebisa mungkin kami mengenalkan mereka dengan beragam jenis manusia, yang berbeda dengan yang mereka lihat sehari-hari. 

Saya pernah mengajak mereka berkunjung ke rumah adik-adik di Yayasan Sayap Ibu, Bintaro bersama kelompok BERBAGI asuhan Kak Ina Madjihan. Sayangnya lokasi Yayasan yang cukup jauh sehingga kami tidak dapat menjadikan kunjungan berkesan itu menjadi kegiatan rutin. 

Alhamdulillah, dengan adanya kelas Fun House, baik Mikail dan Naznin menjadi kenal lebih banyak anak berbagai golongan. Mereka jadi lebih peka ketika berkomentar, dan berbicara. Yang paling kami rasakan adalah kerelaan dua anak ini berbagi, apapun pada siapapun.

Hari ini, kami mendapat undangan kehormatan dari pengurus @RumahBacaPanter untuk ikut #NgamenGalangDana bagi anak-anak jalanan di Terminal Terpadu Depok. Rumah baca yang berlokasi di tengah terminal itu merupakan tempat berlabuh anak-anak jalanan, yang meski tak terlalu besar namun memberi manfaat yang sangat besar. Anak-anak dapat membaca segala jenis buku, belajar hal yang baru, dan sharing bersama Kakak-kakak pengajar yang ada disana. God bless them!

Kami langsung mendaftar menjadi performer, dan setuju untuk ikut menggalang dana dengan Mengamen! Yes, ngamen. Menyanyi di bus diiringi gitar sambil mengumpulkan receh dari penumpang. Grup ngamen amatir kami berisi 6 orang: Saya, adik saya Andin, relawan Fun House Nia, sepupu yang seorang musisi serba bisa Elldo, Mikail dan best friendnya Denya. Banyak sekali ya hahahaha. Sampai-sampai ketika datang menyanyi di restoran, kami terlihat seperti keluarga yang ingin makan daripada mengamen. Makanya kami lebih memilih untuk mengamen di bus ketimbang di angkot, karena pasti supir angkot akan sewot melihat tempat duduk akan penuh dengan kami saja :D 

Dan hasilnya kami berhasil mengumpulkan total 32 ribu kumpulan uang receh. Tak seberapa, tapi rasanya seru sekali! Inilah pengalaman pertama kami mengamen betulan, merasakan susahnya mencari uang bagi anak-anak yang hidupnya dipaksa keras sejak dini. 

Elldo (memegang hp), Andin (baju orange), dan Nia, berpose setelah letih mengamen. Eh yang sedang minum di sebelah itu salah satu aktor di film Laskar Pelangi loh :)

Mikail yang tadinya agak lelah, langsung segar kembali melihat anak-anak asuh Rumah Baca Panter dan mengajak mereka berlarian bersama. Anak-anak lelaki ini sibuk bermain kejar-kejaran, dan bersenda gurau bersama. Hati saya mengembang bahagia melihat Mikail yang langsung membaur tanpa merasa canggung.

Mikail bermain bersama anak-anak di Terminal Terpadu Depok

Di satu waktu, Mikail tiba-tiba menunjuk ke anak yang sendalnya sudah robek karena aus. Saya sudah khawatir dia akan mentertawakan anak itu atau berkomentar polos yang dapat menyakiti hati anak itu. Tapi Mikail ternyata mengomentari kaki si anak yang super kotor karena kaki yang kotor berisi banyak bakteri :) 

Hari mengesankan ini pun ditutup dengan sesi Mikail dan teman-teman barunya berpelukan mesra dan berfoto bersama. What a beautiful view!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...