Tuesday, April 9, 2013

Cerita demam Mikail: Gigi geraham ke-3

Seminggu kemarin, badan Mikail panas cukup mengkhawatirkan. Suhu badannya stabil di suhu yang berkisar antar 38.3 - 38.6 derajat celcius. Sehari sebelum demam, Mikail terbangun dengan mata kiri merah dan cukup bengkak. Anehnya, demam ini bermula tepat setelah saya meneteskan obat mata yang diresepkan oleh dokter di RS Aini. Cukup panik, tapi saya yakin alasan demamnya bukan itu. 

Untungnya, saya pernah ikut seminar PESAT yang diadakan oleh Milis Sehat. Demam, bukanlah penyakit, dan kadang baik untuk anak. Lebih lengkap tentang demam bisa dibaca DISINI. Tidak gegabah, saya memilih menunggu 3 hari agar sumber demam dapat diketahui dengan tepat. Saran memberikan antibiotik dari teman, saya abaikan. Karena menurut dokter-dokter di Milis Sehat, demam yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati dengan antibiotik. Alih-alih mengobati, kita malah membunuh bakteri baik, anak mungkin terpapar antibiotik skala luas, dan dapat mengurangi imun tubuh.

Seperti doa yang terjawab, di hari ke-3 demam mulai muncul gejala common cold. Hidung mulai meler, dan mampet di malam hari. , saya pun mulai merawat demam Mikail dengan home-treatment. Dan 2 hari kemudian, demam pun mereda dan Mikail mulai pulih dan ceria kembali. Lega...

....

Dua hari berselang, setiap kali sikat gigi, dia mengeluh sakit. Memang ketika demam pun, dia menolak sakit gigi. Saya tidak menaruh curiga, karena saya pun malas sikat gigi ketika sedang sakit hehehe. Tapi tadi malam, ketika dia mengaduh dikala menyikat gigi, alarm di kepala saya seperti berdering. Ada yang tak biasa...

Dan benar saja, terdapat pembengkakan di gusi bawah kiri paling belakang. Gigi geraham kirinya seperti tertutup gusi sampai separuh. Saya terkejut sekali. Kami berniat pergi ke dokter gigi keesokan harinya.

Sebelum pergi ke dokter, saya menuruti saran ibu saya untuk menunjukkan masalah gigi Mikail ke sepupu saya Willy, seorang dokter gigi. Tak lama kemudian telpon saya berdering. Suara di seberang telpon tak tampak kuatir, malah seperti tersenyum sumringah.

'Ga papa Mbak!', katanya memulai penjelasan. 'Itu gigi geraham yang baru setengah tumbuh', lanjutnya sambil menjelaskan panjang lebar tentang pertumbuhan gigi geraham. Kurang paham, saya mencoba meyakinkannya bahwa gusi bengkak itu sebenarnya lah yang menutupi gigi gerahamnya, dan bahwa gigi itu sudah ada disana sejak lama.

Gigi geraham yang terlihat tertutup gusi

Willy meminta saya menghitung kembali jumlah gigi Mikail. Semuanya ada 22! Haaa? Sejak kapan? Terakhir saya hitung, jumlah giginya adalah 20 buah, dengan 4 geraham besar yang sekarang sudah bertambah menjadi 6. Benar saja, ketika saya perhatikan lagi, gigi geraham bawahnya bertambah satu di masing-masing sisi. Sementara geraham kanan sukses keluar tanpa sepengetahuan saya, yang kiri masih dalam proses keluar.

Sesudahnya, Willy kembali menyemangati saya. 'Hebat Mikail! Pertumbuhan giginya terbilang sangat cepat. Biasanya geraham ke-3 tumbuh ketika anak berumur 6 bahkan ada yang sampai belasan tahun', katanya bangga. 

Jadi, mungkinkah demamnya kemarin akibat gigi yang baru tumbuh ini? Untunglah saya menahan diri untuk tidak memberikan sembarang obat, apalagi antibiotik yang mungkin membahayakan imunitas tubuhnya saat dipakai tidak sesuai kebutuhan. Wallahu a'lam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget