Tuesday, April 2, 2013

'You broke your promise, Mama!'

Sudah dua hari si bibi tidak masuk kerja. Suaminya yang memang sudah lama sakit, menyita semua waktunya beberapa hari belakangan ini.

Dua hari ini juga, pikiran saya jadi bercabang, mencoba menyelesaikan banyak hal dalam satu waktu.

Dan sudah lebih dari dua hari, saya menjanjikan Mikail untuk mengunjungi penjahit. Baju bola hadiah ulang tahun dari temennya perlu dipotong sedikit bagian bawahnya. Berkali-kali juga saya bilang 'Ya, nanti' namun berakhir dengan alasan dan janji untuk pergi keesokan harinya.

Hingga tadi malam, Mikail menjerit menagih kembali janji saya. Saya menepuk jidat, menyesali kealpaan saya sambil mencoba mencari alasan yang tepat. Anak kecil ini seperti lelah mendengar alasan, meraung sejadi-jadinya, tak peduli apa yang saya katakan. Tangisnya semakin menjadi setiap saya mencoba meredakan kekesalannya.

'You broke your promise, Mama!', jeritnya. Lelah menjelaskan, saya pun memilih diam dan mengabaikannya, berharap dia melupakan dengan sendirinya.




Benar saja. Suara tangis semakin mereda beberapa saat setelah saya mulai menyiapkan makan malam. Sepertinya TV mampu menghibur kekesalannya saat saya pun menyerah. Dan saat tidur, nampaknya tak terlihat rasa marah itu lagi. Mungkin dia sudah lupa...

Pagi hari tadi, Mikail bangun dengan senyum ceria. Saat yang tepat untuk saya kembali mengucap maaf, menyatakan penyesalan tanpa dibalas dengan jeritan dan tangisan, pikir saya. Dan ternyata yang saya dapati kemudian adalah sebuah pelajaran besar: 
"Semua janji yang kita langgar, meski tampak sepele, tak pernah dilupakan oleh anak. Sikap kita terhadap janji akan membekas di hati anak dan akan membentuk sikap mereka di masa dewasanya nanti"

Saya akan meng-quote perkataan anak yang baru melepas masa balitanya, dalam blogpost ini. Agar saya selalu ingat betapa berat sebuah janji, dan betapa besarnya harapan seorang anak untuk terpenuhinya sebuah janji.
'Mama, a promise is very hard thing. You already broke it. Its still broken, even when you said sorry. But I have fixed your promise. So now you can make new promises for tomorrow'
 katanya diikuti hati saya yang mulai tergetar dan lidah yang terasa memberat.

Dan saya pun menangis dalam hati...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...