Tuesday, April 29, 2014

Surga dunia yang dekat dari rumah, Pulau Harapan, Kep. Seribu

Sudah cukup lama saya kenal Backpacking Trip Organizer, BlaxRax. Organizer ini banyak sekali mengadakan trip dan semua teman yang pernah ikut tripnya puas. Berarti bagus dong? 

Sayang kebanyakan trip BlazRax hanya sekitaran Yogya-Malang-Bromo yang menurut saya masih cukup jauh dan agak susah meninggalkan anak-anak lebih dari 2 malam.

Jadi, ketika BlaxRax tiba-tiba Broadcast trip ke Pulau Seribu yang cuma semalam, dengan harga luar biasa miring, langsung saya balas dengan tunjuk jari! I'm in!

Meski belum bilang Pak Hussain saya sudah mendaftar untuk 2 orang hehehe. Untungnya, Pak Hussain setuju, plus Om saya yang funky dari Pekanbaru juga ingin ikut. Ibu saya jadi lega, mengingat saya dan Pak Hussain sama-sama teledor, jadi cukup mengkhawatirkan bagi ibu saya memikirkannya :p

Perjalanan tanggal 26-27 April 2014 dimulai jam 5 subuh. Kami harus tiba di Muara Angke paling lambat jam 6.30 pagi, karena perahu bertolak jam 7.00 tepat. Kami yang sudah tergopoh-gopoh takut terlambat, tiba jam 6.49, nyatanya meski menunggu di kapal cukup lama juga. Yah namanya Indonesia...

Kapal ferry besar dari Muara Angke ke Pulau Harapan dan pulau-pulau lainnya hanya ada di hari Sabtu untuk para wisatawan. Di hari lain, hanya ada perahu tongkang biasa untuk transportasi warga pulau Seribu bolak-balik ke Jakarta. Harga tiket one-way Jakarta-Pulau Harapan adalah Rp. 40.000/orang saja.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Kapal ferry sangat penuh isinya bisa sampai 350 orang. Jadi sedialah snek dan minuman yang bisa dicemil di kapal. Kalau perlu bawa alas tidur yang ringan dan bantal tipis, agar bisa tidur-tiduran dulu di kapal karena cukup membosankan.

Selain kapal ferry, trip ke Pulau Harapan juga bisa ditempuh dari dermaga Ancol dengan speedboat milik Predator seharga Rp. 225.000/orang one way. Bagi yang berbudget lebih, bolehlah memilih trip yang lebih mahal, karena kenyamanannya sebanding dan perjalanannya cukup 1 jam saja!

Dan setelah 3 jam terombang-ambing di laut sambil mendengarkan lagu-lagu berbeda yang bersahutan dari handphone penumpang, akhirnya pulau Harapan terlihat juga. Waaaahhhhh! Hati saya berteriak girang. Bagus banget!!!

Pulau Harapan dari jauh. Mirip Maldives!


Pak Hussain bergaya hehehe

Pulau Harapan ini berdampingan dengan pulau Kelapa. Pulaunya cukup kecil untuk dikelilingi berjalan kaki. Besarnya kira-kira 7 hektar dan berpenduduk 2.200 jiwa saja. Penduduk Pulau Harapan sudah biasa kedatangan wisatawan setiap minggunya. Mereka sangat ramah dan suka membantu. Rasanya seperti di rumah sendiri yang tetangganya baik-baik semua. Pulaunya bersih meski di sudut belakang pulau masih bertebaran sampah. Overall, pulaunya cantik dan bersih.


Kedatangan wisatawan disambut oleh anak-anak Pulau Harapan

Foto aku dong Kakak, katanya

Semua yang diperlukan di trip sudah diatur oleh Mas Nico dari tim BlaxRax. 12 orang rombongan kami langsung diajak ke homestay untuk istirahat dan makan siang. Homestay kami punya 4 rumah yang di dalamnya terdapat 2 kamar. Karena perempuannya lebih banyak, dan lelakinya hanya 3, akhirnya kamarnya dipakai perempuan semua, dan lelakinya tidur di luar. Maaf ya Pak Hussain.

Menu makanannya didominasi oleh ikan yang divariasikan cara memasaknya, sup atau sayur asem, sambal dan kerupuk. Mantap mengisi perut yang keroncongan setiap habis main air.


Homestay kami, dekat dari dermaga utama

Enaknya hidup di pulau. Santai saja...

Setelah makan siang dan sholat dzuhur, jam 13.00 Mas Nico sudah mengajak kami berpetualang. Kapal sewaan khusus untuk rombongan kami sudah menunggu du dermaga utama. Jika wisatawan mau datang sendiri, kapal bisa disewa dari jam 8.00 - 16.00 seharga Rp. 400.000.

Itinerary siang sampai sore ini adalah snorkeling di laut lepas, dan Island Hopping atau berkunjung ke pulau-pulau sekitar. Perlu diketahui, trip yang dilakukan semua wisatawan lain, atau kira-kira 350 orang penumpang kapal yang datang bersamaan dengan kami, adalah sama. Jadi trip organizer semacam bergantian mendatangi pulau-pulau tersebut. Kadang, pulau bisa menjadi sangat ramai. Tapi, liburan kan tambah seru kalau tambah ramai, ya!

Kami melihat keluarga lumba-lumba dalam perjalanan
Alat snorkeling yaitu masker, dan fin sudah disiapkan lengkap oleh tim BlaxRax. Langsung nyebur! Kalau malas, kita bisa berenang sambil berpegangan pada tali perahu, dan mencelupkan wajah saja ke laut. Semua ikan kecil terlihat jelas berenang-renang mengitari karang. Jangan lupa bawa roti yang bisa dilepar ke laut. Ikan jadi tambah banyak yang datang. Dokumentasi underwater juga sudah disiapkan oleh BlaxRax. Mas Roy, pemandu wisata kita dari Pulau Harapan siap dipanggil untuk mengabadikan pengalaman bawah laut rombongan kita. Kasian juga dia dipanggil terus-terusan, setiap orang ingin difoto hehehe.

Mas Roy, bukan Mas Boy :p

Kapal-kapal berhenti di spot snorkeling yang biasa dituju

Banyak banget ikannya
Bergaya bersama Pak Hussain di dalam laut

Setelah snorkeling, kami dibawa mengunjungi Pulau Dolphin untuk bersantai karena disana ada warungnya. Kopi, gorengan dan Indomie langsung diserbu wisatawan yang kelaparan. Inilah enaknya Indonesia. Dimana-mana ada penjual gorengan hehehe.

Puas bermain pasir putih dan berenang di Pulau Dolphin, kami diajak ke Pulau Perak untuk bermain pasir lagi. Agenda hari ini harus puas berenang dan main pasir lah. Jangan lupa pakai sunblock yaaa.

Bergaya di Pulau Dolphin dengan pasir putihnya

Dari Pulau Perak, kami dibawa ke Pulau Gosong. Pulau ini sebenarnya hanya sandbank atau gundukan pasir. Sandbank ini hilang disaat high-tide sehingga kalau ingin melihat pulau ini sebaiknya bergegas sebelum jam 4 sore. Ajaibnya, di pulau kecil ini pun ada warung kopi hahaha. Luar biasa!!

Pulau Gosong. Ada warung di tengahnya. Sandbank ini hilang jam 4 sore
Setelah puas berfoto di Pulau Gosong, kami pun kembali ke Pulau Harapan. Yang masih belum puas, bisa main Banana Boat dengan harga Rp. 35.000/orang saja! Trip Banana Boat cukup jauh sampai ke Pulau Bulat, kira-kira 30 menit perjalanan pulang pergi.

Banana Boat
Malamnya, di Dermaga utama ada performance Dangdut. Ada Raja sawer yang baik hati melempar-lempar duit. Jadi kalau niat dapat uang lebih, lumayanlah berdiri di depan panggung hehehe.

Ikan, sosis, dan jagung bakar gratis untuk seluruh wisatawan di dermaga utama mulai jam 21.00. Makan sampai puasssss!

Keesokan harinya jam 5 subuh, Mas Nico sudah mengajak kami jogging keliling pulau Harapan. Hunting sunset, katanya. Kami berjalan sampai ke belakang pulau, and it is worth the walk!

Mangrove plants di pesisir pulau Harapan

Indahnya sunrise

Bapak-bapak memancing

Official becak for World Cup 2014

Styrofoam pun bisa jadi perahu
Kami memilih tidak mandi setelah jogging, karena akan tamasya lagi ke Pulau Bulat dan Pulau Kelapa Dua untuk melihat penangkaran Penyu. Tapi sarapan dulu dooong.

Pulau Bulat. Punya Pak Harto

Penangkaran Penyu di Pulau Kelapa Dua. Harga tiket masuknya cuma seribu perak

Penyu remaja. Berat juga loh!
Dan berakhirlah liburan kami di Pulau Harapan. Ternyata dua hari berjalan begitu cepat di pulau indah ini. Saya langsung bertanya ke Mas Nico, 'Kapan next tripnya BlaxRax, Mas?'. Hehehehe pelanggan puas kan pasti minta lagi dooong.

Yang pijet yang pijetttt
BlaxRax Trip Organizer 
www.blaxraxtrip.com
PIN BB:26DA87D6
Mas Nico:081288010192

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...