Monday, November 10, 2014

TravelIndonesia #1 - Petualangan Goa Pindul, lompat tebing di Kali Oyo dan menonton Ramayana di Prambanan

Pak Hussain paling malas diajak travel. Susah sekali menjadwalkan waktu traveling bersama keluarga, sekalipun pulang kampung.

Maka, proyek travel around Indonesia akan saya mulai. Bukan sendiri, tapi bersama Mikail dan Naznin yang jadwalnya diselang-seling tiap dua bulan.

Travel Indonesia pertama saya adalah ke Yogya bersama Mikail, 2 sahabat saya dan istrinya masing-masing. Tujuannya adalah Gunung Kidul di pagi hari dan Candi Prambanan di sore harinya. Maklum, hari efektifnya hanya Sabtu. Mengingat tuan rumah sekaligus travel guidenya adalah Bapak dari 3 orang anak! 

Setelah menginap di rumah teman saya di Solo Jumat malamnya, pagi hari kami sudah siap pukul 7 untuk memulai perjalanan 2 jam 30 menit ke Gunung Kidul. Beruntung kami punya banyak snack, dan bantal di mobil SUV teman saya yang penuh anak tak sabaran sepanjang jalan :D

Water tubing, bertualang menyusuri Goa Pindul dan Kali Oyo

Goa Pindul berada di desa Bejiharjo, Wonosari.
Kalau dari Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen) – Lapangan Gading – Pertigaan lampu merah ambil jalan ke kiri (lurus) - Jalan Raya Wonosari (Playen-Wonosari  ambil menuju kota Wonosari) – Bundaran Siyono (Perempatan yang ada air mancur ditengahnya) ambil arah ke kiri – Ikuti jalan aspal yang lebar (ada pertigaan belokan ambil kanan) – lurus hingga lampu merah – Perempatan lampu merah lurus – Ada pertigaan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo belok kiri – Ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi yang banyak terdapat tulisan Pindhul/Pindul. (sumber dari blog disini)

Sampai di gerbang desa Bejiharjo, kami dihampiri pemuda bermotor yang mengajak bicara. Parno ditipu orang di Jakarta, kami mengacuhkan saja. Ternyata si pemuda menawarkan jasa mengantarkan ke Goa Pindul langsung ke agen wisata yang kita mau. Gratis!! Kebetulan teman saya sudah membuat reservasi di Wira Wisata. Dan sampailah kami disana diantar pemuda bermotor baik hati yang menempuh sekitar 2 km menemani kami.

Perjalanan dimulai dengan pendaftaran dan pembayaran. Alangkah lebih baik bila membuat reservasi sebelumnya. Karena saking terkenalnya, dalam dua tahun terakhir ini pengunjung Goa Pindul meningkat drastis. Agen wisatanya pun cukup banyak. Hingga antrian masuk kesana mengular panjang. Goa Pindul dibuka dari pukul 07.00 - 17.00.

Setelah menitipkan barang, kami dibawa ke tempat peminjaman pelampung dan sepatu karet. Semuanya basah, tapi ga perlu khawatir. Nanti kita pasti juga basah, kan?

Bebas pilih pelampung dan sepatu karet. Ukuran sepatu lengkap berjajar di rak dari ukuran 38
Tiket masuk ke Goa Pindul dan Kali Oyo hanya 80.000 per orang. Saya dan Mikail memutuskan untuk duduk berdua di ban besar yang disebut tube itu. Jadi kami hanya membayar untuk satu orang saja. Belakangan, kami merasa sangat beruntung, karena di perjalanan banyak sekali tube extra yang akhirnya Mikail pun mencoba duduk di tube sendirian. Kami juga menyewa jasa fotografer yang bertugas mengikuti dan mengambil gambar kami sepanjang perjalanan, dengan tambahan biaya sebesar Rp. 200.000.

Perjalanan dimulai dengan berjalan menuruni tangga ke mulut goa. Kami dikejutkan oleh antrian pengunjung yang sudah siap di tube masing-masing, menunggu giliran ditarik ke dalam goa. Sungai sepanjang goa tidak berarus, hingga pemandu wisata harus menarik rangkaian tube yang tiap pengunjungnya saling berpegangan di tali tube tetangga sebelahnya. Mau tak mau, pertemanan antar grup sesama agen wisata pasti terjadi.

Pemandangan ketika memasuki mulut Goa Pindul. Cendol, kalau kata pemandu wisata kami
Perjalanan menyusuri goa sepanjang 360 meter memakan waktu kurang lebih 45 menit. Pemandu wisata bersahut-sahutan menjelaskan setiap batu di goa, sambil sesekali tube terhenti menunggu giliran maju. Pemandangan stalagtit dan stalagmit yang baru pertama kami lihat benar-benar mengesankan. Mikail berkali-kali berteriak seru menunjuk batu yang membuatnya kagum. Pemandu wisata mengingatkan kami agar tidak berteriak karena akan menimbulkan gema di dinding goa.

Memasuki goa

Stalagtit dan stalagmit yang sangat dekat ini membuat semua tergoda untuk menyentuh dan merasakan teksturnya. Sayang pemandu wisata tidak membuat pengumuman agar wisatawan tidak menyentuhnya. Padahal menurut fotografer kami, stalagtit aktif adalah yang masih meneteskan air. Bila disentuh tangan manusia yang mengandung asam, maka dia tak lagi aktif. Sementara, stalagtit dan stalagmit termuda disana berusia 150 tahun.

Stalagtit aktif

Perlu ribuan tahun untuk stalgtit bertemu dengan stalagmit dan menciptakan tiang besar ini

Yang paling seru menurut Mikail di dalam goa adalah melihat batu kristal yang berkilauan disinari senter, batu gong yang berbunyi kencang ketika dipukul, dan sarang kelelawar kecil pemakan serangga yang bergelantungan tepat di kepala kami.

Stalagtit ini sangat dekat hingga hampir menabrak kami

Keluarga kelelawar sedang beristirahat

Cahaya matahari menerangi goa. Indahnyaaa

Keluar dari goa, kami diajak menaiki tangga dan menumpang mobil bak terbuka menuju Kali Oyo. Perjalanan ini seru sekali buat kami. Bagai anak SMA yang tak punya ongkos pulang! :D

Keluar Goa Pindul
Menuju Kali Oyo

Tumpangan kami berhenti di perkebunan Kayu Putih. Beneran! Daun kayu putih yang berbau persis seperti minyak botol hijau itu. Teman kami yang kegirangan sampai memetik beberapa batang untuk dibawa pulang.

Berpose di perkebunan Kayu Putih
Menuruni jalan setapak ke kali cukup menegangkan untuk mak-mak berbadan tambun seperti saya. Tapi buat Mikail, medan curam berbatu itu bagai tempat bermain yang sangat seru. Jangan khawatir membawa toddler, pemandu wisata yang cukup banyak bersedia memegangi anak kita sementara kita berjuang berjalan hati-hati ke mulut sungai.

Menuruni jalan setapak ke Kali Oyo

Bulan kemarau ini Kali Oyo surut airnya, hingga arus sungai tak seberapa deras. Beberapa menit perjalanan yang membuat ban yang kami naiki mulai terasa panas terbakar matahari tengah hari, kami semua memutuskan untuk berenang menyusuri kali. Saya sendiri sebenarnya jatuh ke dalam kali, bukan sengaja berenang :D

Indahnya Kali Oyo dan dinding batunya yang cantik
Air terjun Kali Oyo, yang kalau musim hujan lebih banyak dan lebih seru

















Menurut Mikail yang paling seru di Kali Oyo adalah lompat dari tebing setinggi 5 meter. Kata teman saya, biasanya ada jembatan di dekat tebing itu sehingga melompat jadi lebih aman. Namun kali ini tidak ada, hingga lompatnya harus dari tebing. Diantara kami semua, ternyata cuma Mikail yang punya nyali untuk memanjat keatas dan lompat bebas.

Lompat dari tebing 5 meter. Ada juga yang 10 meter, cuma 2 orang yang berani naik

Perjalanan sepanjang 1,5 meter kali Oyo kami nikmati sampai puas hingga ujungnya. Kalau diteruskan, kata fotografer kami, bisa sampai Parang Tritis!

Setelah puas dari Kali Oyo, semua pengunjung disuguhkan oleh makanan dan minuman yang hangat dan nikmat. Lumayan menghibur perut keroncongan kami. Semua yang dimakan tinggal lapor ke pemilik warung dengan nama yang didaftarkan di awal pendaftaran tadi. Pembayaran akan ditagih di saat mengambil barang titipan.

Rebutan karena kelaparan
Tempat bilas cukup banyak dan semuanya bersih. Musholanya pun terawat dan wangi.Sembari bersiap-siap pulang, pengunjung dihibur oleh gamelan dan air jahe panas gratis dari agen wisata.

Menonton sendra tari Ramayana di Candi Prambanan 

Pagelaran sendra tari spektakukar dengan cerita bertema Ramayana di pekarangan Candi Prambanan diadakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 19.30 - 21.30

Kata teman saya, dia jadi membayangkan Hanoman memakai tutu ketika melihat judul ini


Berpose dengan Sri Rama, Dewi Sita, dan Hanoman

Paling seru adalah acara bakar-bakaran kerajaan Alengka. Syukurin! kata Mikail :D

Maju ke railing buat lihat lebih jelas. Malam itu full-house penontonnya tapi tak berdesakan sama sekali

Menurut penjual tiket, hampir setiap pertunjukan, semua tiket habis terjual. Teman saya sendiri pernah datang dan kehabisan tiket. Sebaiknya menelpon dulu untuk reservasi sebelum datang agar tidak kehabisan tiket.

Ada 3 kelas yang bisa dipilih oleh penonton. VIP di bagian tengah dengan kursi lebih nyaman. Kelas 1 di bagian depan kanan dan kiri. Dan kelas 2 di sebelah kanan dan kiri.



Teater outdoor yang terawat, tempat hang-out yang cantik di pelataran sekitar teater, toilet yang banyak dan bersih, membuat pengalaman pertama saya menikmati pertunjukan ini menjadi luar biasa.

Puas sekali rasanya hari itu. Mikail dan saya menikmati setiap momen santai tanpa jadwal ketat. Menghabiskan weekend bagai dua orang dewasa yang sedang berlibur bersama. One kid at a time :)

Let the Travel Indonesia project continues.

WiraWisata Goa Pindul
Gelaran II, Bejiharjo, KarangMojo, Gunung Kidul, DIY
Email: wirawisatajogja@gmail.com
Facebook: Wirawisata Goa Pindul
Website: www.goapinduljogja.com
Haris Purnawan 085 9596 56561
Chello Photography 081 904 272 678

Ramayana Sendra Tari Candi Prambanan
Jalan raya Jojga-Solo Km. 16, Prambanan, Jogja
Reservasi: 0274-497771 / 496408
Website: Wonderful Indonesia

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...