Saturday, February 28, 2015

Serunya #KelasDongeng bersama Ayo Dongeng Indonesia

Akhirnyaaa hari ini saya bisa ikutan #KelasDongeng kak Ariyo bersama Ayo Dongeng Indonesia.

Sudah lama saya mengikuti kiprah Kak Ariyo di media sosial. Awalnya dikenalkan oleh Irine, salah satu relawan Komunitas Taufan. Kemudian datang langsung melihat kak Ariyo mendongeng di Asean Literature Festival, yang ternyata seru banget. Ternyata kak Ariyo juga sering mendongeng untuk pasien anak di RSCM dan RS Fatmawati. Waahh keren banget yaaa.

Dan hari ini, adalah salah satu dari #KelasDongeng yang dibuat dengan tujuan mengenalkan ilmu Dongeng ke lebih banyak orang karena menurut Kak Ariyo, 'Semua orang pasti bisa mendongeng!'. Kenapaaaa? 'Karena semua orang pasti bisa curhat!', lanjutnya.

Ilmu mendongeng itu mirip dengan ilmu curhat. Dongeng juga merupakan hypnosis. Itulah sebabnya, ceritanya selalu positif dan happy ending.

Yang perlu diperhatikan dari mendongeng, yang pertama adalah Kontak Mata. Awalilah dengan membagi penonton dengan 3 bagian. Pastikan pendongeng memiliki kontak mata ke 3 bagian penonton, yang kanan, tengah dan kiri.

Kedua adalah penguasaan cerita. Pilih cerita yang kita sendiri suka, karena bahasa tubuh kita jadi mengikuti karena kita pun suka. Pilih juga cerita yang sesuai usia anak. Karena attention span anak-anak berbeda mengikuti usianya. Menurut Kak Ariyo, anak usia prasekolah biasanya hanya dapat fokus untuk mendengarkan 3-5 menit cerita. Untuk anak SD kelas 4-6, sudah bisa fokus hingga 20 menit, sedangkan siswa SMP hingga 30 menit.

Yang ketiga adalah suara dan facial expression. Ekspresi kita sangat menentukan cerita yang kita ceritakan.

Terakhir adalah gesture. Meski kita bebas bergerak sesuai dengan cerita yang kita bawakan, hindari bergerak terlalu banyak. Bedakan mendongeng dengan teater. Mendongeng adalah kerja imajinasi, dimana anak dibiarkan berpikir bebas. Tak perlulah kita mengotakkan imajinasi anak dengan berakting seperti cerita yang didongengkan.

Ada 3 kunci dalam mendongeng:
1. Calm
2. Confidence
3. Care

Calm
Menurut Kak Ariyo, anak2 itu belajar dari mendengar dan melihat. Buat mereka merasa nyaman dan tertarik dengan kita hingga mereka mau mendengar dongeng kita.

Bicara dengan suaranya yang cukup, dan dengan tempo yang cukup. Percaya dengan apa yang kita ceritakan, karena anak-anak percaya dengan apa yang kita katakan. Cerita bisa berbelok-belok, atau diselingi dengan kegiatan lain. Namun harus kembali ke alurnya lagi.

Confidence
Menurut kak Ariyo, untuk menjadi pede dalam mendongeng, kita harus perhatikan panca indera.
Siapkan diri kita menjadi nyaman menarik, mengikuti panca indera. Penampilan yang rapih dan bersih agar enak dilihat, wangi, bersuara cukup tidak terlalu kuat atau terlalu pelan.

Care
Selalu perhatikan audience kita. Caranya, perhatikan selalu mata penonton untuk memulai komunikasi. Dari mata turun ke hidung. Kita bisa melihat tingkat ketertarikan penonton dari hidungnya. Kalau hidung didepan badannya kebelakang, berarti anak mulai tertarik. Maksudnya anak sangat suka cerita kita hingga kepalanya maju. Kalau hidungnya sudah mulai mundur, anak sudah mulai bosan.

Dari hidung turun ke mulut. Kunci sukses dongeng kita adalah ketika anak mulai membuka mulutnya terbuka hingga tertawa. Tapi hati-hati bila mulut terbuka berlebihan. Artinya penonton mungkin mulai mengantuk. Dari mulut turun ke dagu. Menopang dagu dengan satu tangan itu berarti tertarik.

Tips yang lain adalah:
1. Berhati-hati dengan pertanyaan
'Siapa yg mau denger dongeng?' atau
'Gimana tadi ceritanya?'. Karena bisa jadi bumerang untuk kita kalau jawabannya tidak sesuai dengan ekspektasi.
2. Hindari cerita yang isi ceritanya bisa ditebak dari judulnya. Contoh: Kelinci pembohong, Monyet yang jahat, dll.
Cerita jadi tidak menarik karena sudah ketahuan dari awalnya.
3. Jangan pernah menyimpulkan cerita atau mendikte Moral of the story pada anak. Setiap anak menangkap cerita dengan persepsinya masing-masing, dan mendikte moral dari cerita sama dengan membodohi anak.
Gunakan kalimat tanya terbuka bila ingin membahas cerita di akhir dengan anak-anak.
4. Mendongeng juga bisa dilakukan dengan cara Read-aloud atau bercerita dgn buku. Perlihatkan dan perkenalkan buku yang akan dibaca pada audience. Gunakan gesture yang baik dan pronounciation yang tepat. Buka mulut lebar-lebar agar tdk salah mengucapkan kalimat. Anak-anak pun belajar dengan melihat gerak bibir dan gesture kita.

Banyak sekali ilmu yang saya dapat hari ini. Rasanya ingin cepat-cepat mempraktikkannya didepan pasien-pasien cilik dampingan Komunitas Taufan.

Setelahnya, tak lupa berfoto untuk #NandaKamuBisa, sebuah kompilasi video berisi foto-foto semangat buat Nanda, pasien Leukimia berusia 14 tahun yang kondisinya sedang drop. Ikutan yuk! Info lengkapnya bisa dilihat di http://www.komunitastaufan.org/nandakamubisa

Terimakasih Kak Ariyo dan teman-temaaan. Sampai ketemu tanggal 4 Maret di #PopUpStoryTelling yaaa

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget