Tuesday, June 16, 2015

Little girl finally got her ears pierced - Cerita anting Nazneen


Pagi tadi, Nazneen tiba-tiba meminta telinganya ditindik. Bukan besok, bukan nanti...sekarang.

Kami memang tidak menindik telinganya dari bayi. Kami ingin mereka memilih ditindik atas keputusan sendiri, bukan paksaan siapapun, dan bukan tanpa alasan.

Dan Nazneen merasa hari ini adalah saatnya. Di perjalanan saya menjelaskan tata cara pelaksanaannya, menunjukkan gambar alat yang akan digunakan dokter, bahkan menunjukkannya video anak yang sedang ditindik di youtube. Dan keputusannya tetap bulat...sekarang!

Setelah googling, kami memutuskan untuk melakukannya di rumah sakit. Yang terdekat dengan kami saat ini adalah Hermina Arcamanik. Yes, kami masih berlibur di Bandung :D

Setelah pendaftaran, kami diajak ke IGD untuk diterangkan mengenai prosedur penindikan. Nazneen dengan tenang memilih warna antingnya sendiri. Ruangan yang sangat dingin membuat saya sedikit gugup, tapi tidak dengan Nazneen.

Nazneen mendengarkan penjelasan perawat

pilihan antingnya warna biru, seperti Frozen

Dokter jaganya sangat ramah dan sabar  meski dia sedang sendirian di ruang IGD. Kebetulan di sebelah kami ada seorang ibu yang akan dijahit kakinya karena luka menganga cukup parah. Bergidik saya dibuatnya.

Si dokter ramah masih bolak balik mengecek pasien gawat darurat dari satu kasur ke kasur lain. Nazneen menunggu dengan sabar. Rasa gugup mulai terlihat di wajahnya, mungkin karena AC yang terlalu dingin juga.

Setelah akhirnya dokter ramah itu datang, Nazneen dengan bangga menunjukkan warna anting pilihannya. Si dokter menyapanya dengan senyum lebar, membuatnya merasa nyaman.

Nazneen memilih untuk dipangku dan dipegangi saya. Dokter memintanya merebahkan kepala ke pundak saya, dan...POP! Anting biru pun menempel di daun telinga kanannya.

Kaget, sakit, si anak pun langsung langsung menjerit dan mulai menangis. Percaya dirinya hilang, keberaniannya langsung ciut terbawa air mata derasnya.

Saya mengajak Nazneen berfoto selfie untuk melihat aksesoris barunya. Adik saya dan suaminya membawakan hadiah permen untuk menghibur hatinya. Tapi isak tangis belum habis menghilangkan rasa sakitnya.

Dokter ramah yang sibuk memutuskan untuk mengecek pasien-pasien lain di IGD sembari sesekali menanyakan kesiapan Nazneen untuk menindik telinga sebelah kirinya. Nazneen kembali menangis, meski sebatang permen cukup menenangkannya beberapa saat sebelumnya.

Setelah beberapa kali ditanya tetap tidak mau, saya memutuskan untuk mengajaknya pulang. Menyerahkan keputusan di tangan anak kecil ini.

'Aku mau dua anting, mama. Tapi sakit banget,' ucapnya masih terisak. Ok, kalau begitu kita datang lagi lain kali? saya bertanya. Dia pun mengangguk.

Dan begitulah. Nazneen sudah ditindik...satu telinga :)

Cewek beranting sebelah hehehe

Sesampainya di rumah dan mematut diri di cermin, sekali lagi dia meminta kembali ke rumah sakit untuk ditindik.

Next time, Nazneen...next time :)

1 comment:

  1. trimakasih infonya,,
    sangat bermanfaat,,
    salam sukses,,,.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...