Tuesday, September 8, 2015

TravelIndonesia #7 - Pulau Pari, Kepulauan Seribu

Jeda trip terakhir dengan yang kali ini lumayan jauh, hingga 3 bulan. Pantas saja anak-anak sudah ribut setiap minggu menanyakan jadwal trip berikutnya. Dan ketika dapat trip yang waktunya pas, rasanya sayang sekali kalau tidak mengajak mereka berdua. Nasib baik, Pak Hussain pun setuju untuk ikut. Pulau pari...here we go!!

Ajakan trip kali ini berawal dari Broadcast Message WA dari OB-nya BarberSiBos. Setelah mengecek kesahihan website dan akun twitternya, saya memutuskan untuk langsung membooking tripnya. Pilihannya dua: Pulau Tidung atau Pulau Pari dengan perbedaan harga Rp. 50.000. Mendengar dan merujuk banyak referensi kalau Pulau Pari lebih bagus, saya pun langsung menetapkan pilihan.

Setelah terkumpul 15 orang teman dan temannya teman di Watsapp Group, kami pun siap berangkat. Meeting pointnya adalah di Dermaga Kali Adem, Muara Angke pukul 06.00. Taxi kami sampai di pintu depan Muara Angke sekitar pukul 06.05 dan kemacetan pun bermula. Antrian kendaraan masuk mengular jauh dari jalan utama sampai ke dalam. Para tukang ojek terlihat berduyung-duyung mengetok kaca jendela taxi-taxi wisatawan menawarkan jasa ojek menuju ke dermaga. Menurut penduduk sekitar, hal ini sudah biasa. Dikondisikan agar semua dapat jatah. Sempat urung beberapa menit, sampai kami tak tahan lagi karena waktu makin berjalan. Kalau ketinggalan kapal, lebih mahal lagi konsekwensinya, pikir saya.

Karena kami berlima, tiga ojek pun berhasil mengurangi budget jalan-jalan kami. Total ongkos menuju dermaga sukses menghabiskan Rp. 180.000. 

Ternyata seperti sebelumnya, jadwal kapal mundur sampai 1 jam dari yang seharusnya pukul 07.00. Saya mengalami hal yang sama ketika ke Pulau Harapan tahun lalu. Tapi entah mengapa, rasa takut ketinggalan kapal tetap ada. Jadi catatan untuk trip ke Pulau Seribu selanjutnya: Pilih busway atau naik GoJek dan ga usah takut terlambat.

Kapal ferry akhirnya bertolak setelah penumpang penuh. Rasa pengap di dalam kapal mulai membuat anak-anak gelisah. Keluarga lain dalam grup kami yang memiliki 2 anak pun sudah mulai menggerutu. Beruntung, Pak Hussain sudah sedia dengan laptop berisi rangkaian film anak-anak. Jangan lupa membawa snack dan persediaan air yang cukup. Perjalanan ke Pulau Pari memakan waktu 1,5 jam. Persediaan snack dan permen sangat membantu menenangkan anak-anak yang gelisah kegerahan.


Dermaga Pulau Pari

Dermaga Pulau Pari terasa lebih menyenangkan daripada Pulau Harapan. Pantainya masih terlihat, bukan hanya batu karang. Suasana pulaunya pun terasa jauh lebih santai, tidak hiruk pikuk seperti pulau lain. Senyum saya langsung mengembang melihat anak-anak yang kegirangan turun dari kapal.


Suasana Pulau Pari
Pulau Pari terkenal sebagai pulau wisata, yang juga diminati wisatawan untuk berbulan madu. Saya menyukai pulau ini karena fasilitasnya cukup lengkap. Homestay dengan kondisi baik dan bersih, 2 kamar lengkap dengan AC, 2 kamar mandi, extra bed di ruang tengah, ruang makan, jemuran, dan sepeda sewaan untuk setiap pengunjung. Di depan hampir setiap homestay terdapat warung kecil dengan kulkas berisi minuman dingin. 

Penduduk Pulau Pari cukup sedikit karena pulaunya ditujukan untuk wisata. Jarang sekali terlihat pengendara motor di jalannya. Wisatawan bersepeda kemana-mana, dan pengurus homestay sibuk bolak-balik dengan gerobak mengantar makanan dan keperluan wisatawan lainnya.

Kami punya waktu sekitar 3 jam untuk beristirahat hingga jadwal snorkeling di pukul 13.00. Saya memilih untuk mengajak anak-anak berkeliling pulau. Karena guide masih mencarikan sepeda berbonceng, kami pun berjalan kaki. Ternyata Pulau Pari cukup besar untuk dikelilingi berjalan kaki. Saya pun akhirnya berhenti di sudut pulau bermain pasir dengan Mikail, sementara Pak Hussain dan Naznin yang berjalan lebih cepat sudah sampai ke ujung pulau dengan spot pantai terbaik.

Sudut pantai yang sepi pengunjung karena terlalu banyak karang

Setelah makan siang dan sholat dzuhur, guide kami sudah siap menunggu dengan life jacket dan masker snorkeling. Ukuran life jacket yang standard tidak menyurutkan keceriaan anak-anak kami untuk saling berpose di kamera dan bergaya sambil berjalan ke kapal. 

Bergaya sebelum snorkeling

Serunya di kapal

Pak Hussain sibuk memegangi 2 anak yang tidak mau lepas dari main air ini

Kapal berhenti di spot snorkeling yang lokasinya sekitar 15 menit dari pulau. Setelah peralatan snorkeling terpakai, kami pun mulai melompat dari kapal. Belajar dari trip ke Pulau Pahawang di TravelIndonesia #4, Naznin langsung ingat untuk memakai life-vestnya terbalik karena dia lebih suka berenang menikmati laut. Sementara Mikail langsung mendekati guide untuk diajarkan snorkeling. 


Life jacket dipasang terbalik dan voila!


Mikail naik turun tangga perahu setelah pede untuk snorkeling sendiri


Teman saya memilih memancing sambil menunggu yang lain

Ikan suka roti, ya!

Underwater fotografer siap mengabadikan momen-momen kenarsisan
Puas bermain air, perahu pun mengantar kami kembali ke Pulau Pari. Langsung kami menyerbu warung terdekat sesampainya di dermaga. Otak-otak, gorengan dan minuman dingin lahap direbuti anak-anak. 

Guide meminta kami untuk bergegas karena jadwal selanjutnya adalah menyaksikan sunset dari Pantai Kresek di sebelah barat pulau. Sayang, sore itu matahari tertutup awan sampai hampir maghrib. Tak habis akal, guide mengajak anak-anak untuk balapan sepeda bersama agar mereka tetap ceria. 


Malam harinya kami menyewa gitar dari warga setempat seharga Rp. 25.000 untuk menghilangkan rasa lelah sambil menunggu barbeque. Guide yang sudah menunggu di pantai, menyiapkan makanan panggang berlimpah lengkap dengan sambal kecap yang legit. Serunya makan bersama di tepi pantai beratap langit diiringi alunan musik dan suara tawa pengunjung lain.

Kami juga sempat mengagumi para pekerja yang mulai membersihkan dan menyapu pantai agar esok hari dapat kembali dinikmati pengunjung yang datang. Sigap sekali ya!

------

Hari kedua kami bangun pagi-pagi untuk menyaksikan sunrise di ujung paling timur pulau. Matahari yang merah bulat sempurna terasa lebih istimewa bila disaksikan bersama teman. Sesi foto-foto pun dimulai hingga tak terasa matahari sudah mulai meninggi.


Bersepeda kemana-mana

Sunrise yang seperti sunset

Guide mengajak kami untuk bermain air di Pantai Perawan, spot main air paling terkenal di pulau ini. Ada perahu dan kano yang bisa disewa pengunjung. Sayang, air sedang surut hingga hanya selutut saja. Otomatis berperahu atau berkano pun menjadi lebih sulit.

Matahari semakin meninggi dan saat itu sudah pukul 09.30. Guide mengingatkan kami untuk bergegas karena kami harus sudah check out jam 10.00. Tapi dua anak saya masih kekeuh tidak mau beranjak dari dalam air.

Guide yang baik kemudian mengajak mereka ke satu spot terakhir asal mereka berjanji untuk mandi setelahnya. Setuju, dua anak ini pun kembali mengajak sang guide untuk balapan sepeda. Kami dibawa ke LIPI, tempat para ilmuwan meneliti keanekaragaman hayati dan biota laut di Pulau Pari. 


LIPI di Pantai Kresek, sebelah barat Pulau Pari

Yaaahh! Ini kan tempat kita lihat sunset kemarin, pikir saya. Tapi guide terus mengajak kami ke bagian pantai paling ujung, menunjukkan segerombolan bintang laut yang memenuhi pantai dengan air yang sedang surut. Bukan cuma itu, ada banyak sekali keong kecil, kerang, dan umang-umang disana. Waaahh, serunyaaa!

Bintang laut di LIPI
Alhamdulillaaah, perjalanan kami seru sekali. Dua hari rasanya tak cukup untuk menikmati indahnya Pulau Pari. Kami pasti kembali lagi!

-----------------

Tour yang kami pakai:
http://www.adventure-solution.com/
Wempy Malindo: 0811-9859-591

Paket Pulau Pari: Rp. 350.000
http://www.adventure-solution.com/package/pulau-pari/
Include:
• Tiket Kapal dari Pelabuhan Kaliadem ke Pulau Pari (PP).
• Makan 3x
• Welcome drink
• Barbeque ikan bakar
• Air mineral
• Penginapan AC di Pulau Pari (Tidak di gabung dengan grup lain).
• Kapal untuk jelajah pulau
• Alat Snorkeling lengkap
• Sepeda selama di Pulau Pari.
• Tiket masuk Pantai Pasir Perawan 1 hari.
• Tiket masuk spot wisata.
• Tour Guide asli Pulau Pari.
• Tour Leader A.S (Adventure Solution)
• Dokumentasi selama wisata (Underwater & Upwater)
• Bonus CD hasil dokumentasi






4 comments:

  1. Jadi kepingin kepula Pari, Disana Banyak ikanpari ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe ga ada ikan parinya. Cuma patung ikan pari aja adanya

      Delete
  2. seru ya traveling sekeluarga gitu .. pengen juga tapi keluarganya udah misah misah :(

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...